2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:29 WIB
2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu Pusat Perbelanjaan di Jakarta, Rabu (18/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Stok bahan baku industri makanan-minuman menipis, sejumlah perusahaan mulai kekurangan pasokan.
  • Gapmmi memperkirakan stok bahan baku habis pada awal 2027 jika tak ada tambahan pasokan.
  • Gapmmi mendesak pemerintah mempercepat Neraca Komoditas untuk menjamin kebutuhan bahan baku.

Suara.com - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengeluhkan stok bahan baku industri yang semakin menipis. Sejumlah perusahaan bahkan mulai menghadapi kekurangan pasokan akibat persediaan yang tidak sebanding dengan kebutuhan produksi.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian stok bahan baku belum memiliki kontrak, sementara persediaan lainnya sudah habis atau tidak mencukupi kebutuhan industri.

"Ya, kami sebetulnya sudah menyampaikan beberapa kebutuhan tambahan untuk bahan baku. Karena ternyata ada beberapa industri anggota kami yang kekurangan," kata Adhi usai audiensi dengan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (14/10/2026).

Adhi menjelaskan, hasil koordinasi dengan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian menemukan ketidaksesuaian antara stok bahan baku yang tersedia dan kebutuhan perusahaan. Pemerintah pun perlu mempertemukan pelaku industri yang kekurangan pasokan dengan pihak yang masih memiliki persediaan.

Masalahnya, ketersediaan stok yang ada belum tentu mampu menjamin kelangsungan produksi hingga awal tahun depan. Gapmmi memperkirakan persediaan bahan baku yang dimiliki industri akan habis pada awal 2027 jika tidak ada tambahan pasokan.

"Nah, itulah yang di-arrange oleh Pak Dirjen dan industri untuk bisa dipertemukan, sehingga kita berharap tahun 2026 ini bisa cukup. Tapi kita minta tahun 2027 awal itu sudah stoknya, kami hitung akan habis. Oleh sebab itu perlu percepatan untuk NK-nya supaya bisa diputuskan oleh pemerintah segera," ujarnya.

Gapmmi mendesak pemerintah mempercepat penetapan Neraca Komoditas (NK) agar kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman dapat dipenuhi tepat waktu. Bahan baku yang menjadi perhatian antara lain gula, garam, jagung, daging, dan sejumlah komoditas lainnya.

Kepastian pasokan menjadi krusial bagi industri makanan dan minuman. Selain berpotensi mengganggu kelancaran produksi, ketidakpastian bahan baku juga dapat menekan daya saing perusahaan dalam menjaga harga produk tetap terjangkau dan bersaing di pasar global.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman. [Suara.com/Ria Rizki]
Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman. [Suara.com/Ria Rizki]

Di tengah kebutuhan menjaga kinerja industri manufaktur, persoalan pasokan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Lambatnya kepastian bahan baku berisiko membuat pelaku usaha kesulitan menyusun rencana produksi dan mengantisipasi kebutuhan pasar pada tahun depan.

baca juga

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan pemerintah akan mendukung peningkatan daya saing industri makanan dan minuman, termasuk dalam menyelesaikan persoalan ketersediaan bahan baku.

"Ya, tentu mereka menyampaikan apa saja yang menjadi aspirasi dari asosiasi makanan minuman, misalkan, ya tentang ketersediaan bahan baku, tentang ekosistem yang mesti dibangun dan macam-macam yang lainnya. Insyaallah Kementerian Perindustrian pasti akan memberikan dukungan yang baik lah untuk terciptanya industri kita menjadi lebih berdaya saing," kata Sarmuji.

Sarmuji menambahkan, persoalan bahan baku tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja sehingga membutuhkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah juga perlu mencari solusi atas perbedaan harga bahan baku yang dapat memengaruhi daya saing industri dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Di Balik Konten Alur Cerita Film: Solusi Praktis atau Merugikan Sinema

Di Balik Konten Alur Cerita Film: Solusi Praktis atau Merugikan Sinema

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Terkini

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB

7 Arti Mimpi Menikah dengan Orang Tidak Dikenal Menurut Islam dan Primbon Jawa

7 Arti Mimpi Menikah dengan Orang Tidak Dikenal Menurut Islam dan Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

Negarawan Tidak Harus Mantan Presiden, SBY Ingatkan Politisi Utamakan Negara Baru Partai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

E-book Bukan Solusi: Menyoal Keterjangkauan Buku di Tengah Digitalisasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

×