RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB
RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan
Instalasi sumur KMJ-56 di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/8).
baca 10 detik
  • Potensi panas bumi RI mencapai 23,2 GW, tetapi baru 2,78 GW dimanfaatkan.
  • PLTP Kamojang berkapasitas 235 MW dan beroperasi secara komersial sejak 1983.
  • Reinjeksi fluida menjaga produktivitas reservoir dan mendukung keberlanjutan panas bumi.

Suara.com - Indonesia memiliki potensi energi panas bumi atau geothermal mencapai 23,2 gigawatt (GW). Namun, kapasitas yang telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik baru sekitar 2,78 GW. Kesenjangan ini menunjukkan besarnya pekerjaan rumah Indonesia untuk mengoptimalkan energi bersih di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional.

Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa menyoroti pentingnya aspek keamanan dan keberlanjutan dalam pemanfaatan panas bumi saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai proses produksi listrik panas bumi, mulai dari pengeboran, pemanfaatan uap, hingga pengelolaan fluida yang dikembalikan ke dalam tanah.

“Menarik untuk memahami bagaimana kekayaan geologi Indonesia dapat menjadi sumber energi yang lebih bersih, dapat diandalkan, dan berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan listrik nasional serta transisi energi,” ujar Tina melalui akun Instagram pribadinya, @tina_talisa.

Instalasi sumur KMJ-56 di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/8).
Instalasi sumur KMJ-56 di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (3/8).

Dalam kunjungan itu, Tina mendapat penjelasan mengenai perbedaan fluida di reservoir panas bumi dengan air tanah yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Pemahaman tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam melihat bagaimana kegiatan panas bumi dikelola agar dapat menghasilkan listrik tanpa mengabaikan perlindungan sumber air.

Manager Laboratory Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Teza Permana, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber panas bumi yang melimpah karena berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Aktivitas vulkanik di wilayah ini memungkinkan panas dari magma memanaskan batuan dan fluida di bawah permukaan bumi hingga membentuk reservoir panas bumi.

Pengeboran untuk menjangkau reservoir tersebut umumnya dilakukan hingga kedalaman sekitar 2.000 meter atau dua kilometer. Kedalaman ini masih berada di lapisan kerak bumi.

“Itulah yang menjadi target pengeboran kita di reservoir panas bumi. Sebetulnya yang kita bicarakan adalah bagian kulit luarnya saja,” ujar Teza.

Ia menjelaskan, air yang digunakan masyarakat umumnya berasal dari akuifer dangkal yang mendapat pasokan dari air permukaan. Sementara itu, fluida panas bumi berada dalam sistem reservoir yang lebih dalam dengan karakteristik temperatur dan tekanan berbeda.

baca juga

Meski demikian, perbedaan kedalaman tersebut bukan berarti pengelolaan lingkungan dapat diabaikan. Pengelolaan sumur dan pemantauan lingkungan secara berkala tetap diperlukan untuk menjaga keamanan operasi serta melindungi sumber air masyarakat.

Dalam proses produksi listrik, fluida panas dari reservoir dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang kemudian digunakan untuk memutar turbin. Putaran turbin menghasilkan listrik yang disalurkan kepada masyarakat.

“Yang kita manfaatkan itu adalah steam-nya. Steam-nya itu akan kita gunakan untuk memutar turbin. Turbin berputar akan menghasilkan listrik yang kita distribusikan kepada masyarakat,” jelas Teza.

Setelah proses produksi, air hasil pemanfaatan fluida dikembalikan ke bawah permukaan melalui sumur injeksi. Mekanisme ini dikenal sebagai reinjeksi dan menjadi bagian penting dalam pengelolaan reservoir panas bumi.

PGE menempatkan sumur produksi dan sumur injeksi di titik berbeda untuk membantu menjaga kondisi reservoir. Pasalnya, fluida yang dikembalikan melalui sumur injeksi memiliki temperatur lebih rendah dibandingkan fluida yang diambil dari sumur produksi.

Pengaturan lokasi dan laju injeksi diperlukan agar fluida yang lebih dingin tidak terlalu cepat mencapai sumur produksi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi entalpi atau kandungan energi fluida panas bumi, sehingga berpotensi berdampak pada produktivitas pembangkit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW

Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Kementerian ESDM Targetkan PNBP Panas Bumi Rp2,6 Triliun

Kementerian ESDM Targetkan PNBP Panas Bumi Rp2,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

Transisi Energi Tak Cukup Ganti Sumber Energi: Mengapa Geothermal Perlu Dikaji Ulang?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Terkini

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:55 WIB

UMKM RI Bidik Pasar Global

UMKM RI Bidik Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42 WIB

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×