- Kementerian ESDM menargetkan penerimaan negara bukan pajak sektor panas bumi mencapai Rp2,6 triliun pada 2026.
- Pemerintah memproyeksikan investasi hingga 2,2 miliar dolar AS melalui penawaran lima wilayah kerja baru dan tujuh wilayah survei.
- Pemerintah menyerahkan izin panas bumi kepada PT PLN dan PT Telaga Rano Geothermal saat acara IIGCE 2026 di Jakarta.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor panas bumi (geothermal) mencapai Rp2,6 triliun pada tahun 2026.
Target tersebut naik sekitar 6 persen dibandingkan realisasi PNBP tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,45 triliun.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, memaparkan target penarikan PNBP dan investasi tersebut dalam pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (19/8/2026).
"Kontribusi PNBP ini sangat lumayan dari energi baru terbarukan karena ini satu-satunya yang menghasilkan PNBP, yaitu Rp2,45 triliun. Target untuk tahun ini naik lagi, kita semangat untuk menghadirkan Rp2,6 triliun karena ada banyak aktivitas pengeboran," ujar Eniya yang dikutip pada Kamis (20/8/2026).
Dari sisi investasi, Eniya memproyeksikan masuknya modal sebesar 1,1 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026.
Angka tersebut berpotensi melonjak hingga 2,2 miliar dolar AS atau lebih dari Rp30 triliun seiring dengan dibukanya lelang wilayah kerja baru oleh pemerintah.

Guna mencapai target investasi tersebut, pemerintah menyiapkan penawaran 5 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan 7 Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) pada 2026.
Secara keseluruhan, pipeline proyek ini mencakup potensi kapasitas pengembangan sekitar 392 megawatt (MW) dengan total rencana investasi mencapai 2,23 miliar dolar AS.
Lima WKP yang disiapkan untuk ditawarkan meliputi Danau Ranau (40 MW), Hamiding (50 MW), Songgoriti (40 MW), Oka Ile Ange (10 MW), dan Gunung Sirung (5 MW), dengan total rencana kapasitas terpasang mencapai 145 MW dari total cadangan 304 MW.
Sementara itu, tujuh wilayah prospek WPSPE yang disiapkan mencakup Talamau dan Simisiuh (Sumatera Barat), Srirejo (Lampung), Lili Seporaki (Sulawesi Barat), Maranda Kawende (Sulawesi Tengah), Massepe Sulili (Sulawesi Selatan), serta Banda Baru (Maluku).
Ketujuh wilayah tersebut mencatat total sumber daya sekitar 321 MW dan cadangan mungkin sekitar 247 MW.
Sebagai langkah awal akselerasi proyek dari tahap potensi menuju eksekusi, pemerintah turut menyerahkan Izin Panas Bumi (IPB) pada gelaran IIGCE 2026 kepada PT PLN (Persero) untuk WKP Gunung Ungaran dan PT Telaga Rano Geothermal untuk WKP Telaga Ranu.