Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB
Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton
Ilustrasi. Industri baja nasional menghadapi tekanan berlapis. Pasokan gas bumi dengan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang seharusnya membantu menekan biaya produksi justru belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Foto ist.
baca 10 detik
  • Industri baja hanya memanfaatkan 60% kuota gas HGBT akibat keterbatasan pasokan.
  • Impor baja mencapai 7 juta ton hingga Agustus 2026, menekan produsen lokal.
  • IISIA mendesak pemerintah memperkuat pasokan energi dan perlindungan industri baja nasional.

Suara.com - Industri baja nasional menghadapi tekanan berlapis. Pasokan gas bumi dengan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang seharusnya membantu menekan biaya produksi justru belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Di saat yang sama, produk baja impor terus membanjiri pasar domestik.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Ismail Mandry mengungkapkan, industri baja hanya mampu memanfaatkan sekitar 60% dari kuota gas HGBT yang diterima. Kondisi ini membuat dukungan energi murah bagi industri belum berjalan maksimal.

Persoalan tersebut disampaikan IISIA kepada Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dalam audiensi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

"Yang sekarang juga kami dapat kuota, tetapi hanya bisa kita gunakan hanya 60 persen saja dan kemudian dibatasi dengan kuota-kuota lainnya sehingga tidak bisa kita gunakan gas itu sebagai energi menggerakkan industri baja secara penuh," kata Ismail.

Menurut Ismail, keterbatasan pemanfaatan gas tersebut diduga berkaitan dengan masalah pasokan. Namun, ia menyebut penjelasan lebih lanjut mengenai penyebabnya perlu dikonfirmasi kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Itu yang kami alami, kalau ditanya kenapa, kan tentu tanya ke PGN (Pertamina Gas Negara)-nya nih, katanya gasnya kurang dan seterusnya dan seterusnya," ujarnya.

Keterbatasan pasokan energi ini menjadi persoalan bagi industri yang membutuhkan gas untuk menjalankan kegiatan produksi. Ketika kuota HGBT tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya, potensi penghematan biaya energi yang diharapkan industri pun menjadi tidak optimal.

Tekanan industri baja nasional belum berhenti di situ. IISIA juga menyoroti derasnya produk baja impor yang masuk ke pasar domestik dan meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap produsen dalam negeri.

IISIA mencatat impor baja Indonesia mencapai 8 juta ton pada 2024 dan kembali berada di angka yang sama pada 2025. Sementara itu, sepanjang Januari-Agustus 2026, impor baja telah mencapai 7 juta ton.

baca juga

Besarnya volume impor tersebut menjadi tantangan bagi industri domestik yang harus mempertahankan daya saing di tengah persoalan pasokan energi. Apalagi, IISIA menaungi 189 perusahaan dengan kapasitas produksi sekitar 18 juta ton per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:33 WIB

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Terkini

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

RI Punya Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW, Baru 2,78 GW yang Digunakan

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:55 WIB

UMKM RI Bidik Pasar Global

UMKM RI Bidik Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42 WIB

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

×