DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

Dicky Prastya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB
DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026
Dirjen Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu menghimpun penerimaan negara sebesar Rp817,61 miliar dari perusahaan besi dan baja hingga Agustus 2026.
  • Pencapaian tersebut diperoleh Dirjen Pajak Bimo Wijayanto melalui kombinasi tindakan pengawasan kepatuhan, pemeriksaan, serta penegakan hukum bukti permulaan.
  • Pemerintah sebelumnya mengantongi daftar 40 perusahaan baja yang diduga melakukan pengemplangan pajak dengan potensi triliunan rupiah.

Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp817,61 miliar hingga Agustus 2026 dari hasil penanganan dan pengawasan Wajib Pajak (WP) dari perusahaan besi dan baja.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto melaporkan kalau capaian ini diperoleh melalui kombinasi tindakan pengawasan kepatuhan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum melalui pemeriksaan bukti permulaan (bukper).

"*Update* perkembangan penanganan Wajib Pajak sektor baja, jadi sudah ada penerimaan dari 31 Wajib Pajak sektor baja, ini per Agustus ya," kata Bimo dalam Media Briefing Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, dikutip Selasa (6/10/2026).

Dari total penerimaan tersebut, sebanyak Rp318,93 miliar dihimpun dari penanganan 31 WP utama sektor baja yang terindikasi memiliki ketidakpatuhan perpajakan. Secara rinci, pembayaran dari penegakan hukum berupa pemeriksaan bukti permulaan menyumbang porsi terbesar yakni Rp224,19 miliar, disusul setoran dari tindakan pengawasan sebesar Rp92,45 miliar, dan hasil pemeriksaan biasa sebesar Rp2,29 miliar.

Selain itu, DJP juga berhasil menghimpun penerimaan dari kolaborasi pengawasan terhadap 485 WP sektor besi dan baja lainnya senilai Rp380,50 miliar, serta pelaksanaan bukti permulaan atas 20 WP besi dan baja lain senilai Rp118,18 miliar.

Dirjen Pajak menjelaskan bahwa penanganan pada sektor industri ini memerlukan ketelitian dan proses case building yang kuat karena pengerjaannya berbasis pada evaluasi pasca transaksi.

Menurutnya, penindakan hukum dan pemeriksaan tidak dilakukan secara sembarangan melainkan harus didasari oleh bukti-bukti yang kuat serta tetap menghormati hak-hak Wajib Pajak.

"Total seluruh penerimaan pajak sampai dengan Agustus 2026 ini Rp817,61 miliar," kata Bimo.

Sebelumnya eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau Pemerintah sudah mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga pengemplang pajak.

baca juga

Dari total itu, Purbaya mengatakan kalau pihaknya baru memeriksa satu perusahaan baja asal China. Ia memperkirakan potensi penerimaan negara dari perusahaan itu bisa mencapai Rp 5 triliun.

"Mau lihat kan, perusahaan baja, saya punya list 40. Baru diperiksa satu, yang lain belum dikejar. Itu saja kira-kira mungkin bocor Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (31/8/2026).

Bendahara Negara mengatakan kalau upaya itu termasuk dari bagian ekstensifikasi pajak atau memperluas basis penerimaan negara dari perusahaan yang belum membayar pajak.

Menurutnya, banyak perusahaan yang belum membayar kewajiban seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga pajak dari bea masuk impor.

Bahkan dirinya memperkirakan kalau satu perusahaan pengemplang pajak bisa menarik penerimaan negara hingga hampir Rp 1 triliun dari kebocoran selama tiga tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Anjlok, Prabowo Mulai Tebar BLT Hingga Insentif Pajak Kelas Menengah

Survei Anjlok, Prabowo Mulai Tebar BLT Hingga Insentif Pajak Kelas Menengah

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Daftar Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oktober 2026

Daftar Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Oktober 2026

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Target Tax Ratio APBN 2027 Tembus 9,26%, Rasio Pajak Tertinggi Sejak 2016

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Terkini

Bye-bye Komedo! 5 Nose Strip Arang Bambu untuk Hidung Bersih dan Mulus

Bye-bye Komedo! 5 Nose Strip Arang Bambu untuk Hidung Bersih dan Mulus

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Muhammad Imanuddin Sumar Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual!

Muhammad Imanuddin Sumar Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Ditetapkan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:58 WIB

5 Bedak Padat Hasil Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak dan Mudah Kilap

5 Bedak Padat Hasil Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak dan Mudah Kilap

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Bayi 8 Bulan di Labura Meninggal Diduga Korban Rudapaksa, Polisi Selidiki

Bayi 8 Bulan di Labura Meninggal Diduga Korban Rudapaksa, Polisi Selidiki

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Dari Harus Segera ke Aku Bisa Pelan-pelan, Seni Menurunkan Tempo Hidup

Dari Harus Segera ke Aku Bisa Pelan-pelan, Seni Menurunkan Tempo Hidup

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

2 Orang Tewas Terjebak dalam Kebakaran di Matraman Jakarta Timur

2 Orang Tewas Terjebak dalam Kebakaran di Matraman Jakarta Timur

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda

Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Padmaavat: Saat Perempuan Memilih Lenyap daripada Jatuh ke Tangan Lelaki

Padmaavat: Saat Perempuan Memilih Lenyap daripada Jatuh ke Tangan Lelaki

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Tampil Stylish Gak Pakai Mahal! Ini 5 Spot Thrifting Terfavorit di Jogja

Tampil Stylish Gak Pakai Mahal! Ini 5 Spot Thrifting Terfavorit di Jogja

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

×