Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB
Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?
Industri makanan dan minuman menghadapi kekurangan bahan baku akibat Neraca Komoditas yang belum jelas. [Freepik]
baca 10 detik
  • Industri makanan dan minuman menghadapi kekurangan bahan baku akibat Neraca Komoditas yang belum jelas.
  • CORE Indonesia memperingatkan bahwa kelangkaan bahan baku gula, garam, jagung, dan daging berisiko memicu antrean serta keresahan konsumen di masyarakat.
  • Pemerintah didorong mempercepat penetapan Neraca Komoditas guna memastikan ketersediaan pasokan industri tetap terjaga.

Suara.com - Industri makanan dan minuman menghadapi persoalan ketersediaan bahan baku menjelang awal 2027 dan Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengungkapkan masalah ini dipicu oleh belum jelasnya Neraca Komoditas tahun depan.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman pada pekan ini di Jakarta bilang persediaan bahan baku belum sesuai dengan kebutuhan. Sejumlah stok belum memiliki kontrak, sementara persediaan lainnya tidak mencukupi kebutuhan produksi.

Ia juga mengatakan Gapmmi sudah meminta pemerintah mempercepat penetapan Neraca Komoditas agar kebutuhan bahan baku industri dapat segera dipastikan.

“Ya, kami sebetulnya sudah menyampaikan beberapa kebutuhan tambahan untuk bahan baku. Karena ternyata ada beberapa industri anggota kami yang kekurangan," ujar Adhi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Apa saja bahan baku yang menipis dan apa dampaknya?

Menurut Adhi, bahan baku yang menjadi perhatian industri antara lain gula, garam, jagung, dan daging. Gapmmi memperkirakan persediaan yang diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah perusahaan akan habis pada awal 2027.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai situasi ini perlu mendapat perhatian pemerintah. Jika diabaikan, maka akan ada risiko kelangkaan barang dan antrean konsumen yang juga bisa menimbulkan keresahan masyarakat.

“Yang jelas faktor kelangkaan itu sendiri dan juga antrean yang kemungkinan ini akan meresahkan konsumen, itu yang perlu diantisipasi," tegas Faisal.

Kelangkaan bahan makanan tentu saja akan dihindari pemerintah di tengah kondisi kelangkaan BBM serta semakin seringnya terjadi pemadaman listrik massal di Indonesia belakangan ini - yang juga sudah menimbulkan keresahan masyarakat.

baca juga

Apa Neraca Komoditas?

Neraca Komoditas merupakan instrumen pemerintah yang memuat data kebutuhan dan pasokan komoditas secara nasional, termasuk bahan baku dan bahan penolong untuk industri.

Data tersebut mencakup kebutuhan industri, persediaan atau stok, serta hasil produksi komoditas. Pemerintah menggunakan Neraca Komoditas sebagai salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan dan perizinan ekspor-impor. 

Dalam persoalan industri makanan dan minuman, percepatan penetapan Neraca Komoditas diperlukan untuk menyelaraskan kebutuhan perusahaan dengan pasokan yang tersedia. Kepastian tersebut juga dibutuhkan agar pemerintah dapat memperhitungkan kekurangan pasokan yang perlu dipenuhi melalui produksi dalam negeri maupun impor.

Untuk industri makanan dan minuman, sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2025 Neraca Komoditas ditetapkan oleh pemerintah lewat Menteri Koordinator bidang Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait.

Lazimnya rancangan Neraca Komoditas sudah tersedia menjelang akhir tahun kalender.

Bagaimana kondisi saat ini?

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika ketersediaan bahan baku secara keseluruhan masih mencukupi hingga akhir 2026. Namun, pemerintah perlu mempertemukan persediaan yang tersedia dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Jadi berkecukupan, cuma tadi tinggal ada jumlahnya, kuantitasnya berkecukupan, nah ini yang perlu dipertemukan. Kebutuhan dan dari yang punya sekarang. Tapi secara totalnya mencukupi," katanya.

Tapi menurut Adhi dari Gapmmi, kondisi saat ini sudah mengkhawatirkan. Persediaan bahan baku yang dimiliki industri akan habis pada awal 2027 jika tidak ada tambahan pasokan.

Kepastian pasokan menjadi krusial bagi industri makanan dan minuman. Selain berpotensi mengganggu kelancaran produksi, ketidakpastian bahan baku juga dapat menekan daya saing perusahaan dalam menjaga harga produk tetap terjangkau dan bersaing di pasar global.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Mohammad Faisal menilai gangguan pasokan bahan baku dapat berdampak pada harga sekaligus ketersediaan produk makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi persoalan tersebut sebelum memengaruhi konsumen.

“Jadi produk turunan yang diolah industri ini yang akan punya dampak serius kepada masyarakat, konsumen,” kata Faisal.

Faisal menyarankan pemerintah segera memperkuat koordinasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian. Koordinasi diperlukan untuk memastikan pasokan dari produksi dalam negeri maupun impor sesuai dengan kebutuhan industri.

"Jadi semuanya, berapa besarannya yang harus diimpor atau yang harus disuplai dari dalam negeri dari waktu ke waktu, itu kan mestinya dipantau dengan Neraca Komoditas tadi. Jadi sangat penting memang untuk disegerakan," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menelusuri Ruang Kreasi dan Uji Coba di Balik Lahirnya Inovasi F&B Modern

Menelusuri Ruang Kreasi dan Uji Coba di Balik Lahirnya Inovasi F&B Modern

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:24 WIB

Menperin Pede Industri Makanan dan Minuman Bisa Jadi Andalan ke Depan

Menperin Pede Industri Makanan dan Minuman Bisa Jadi Andalan ke Depan

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 18:09 WIB

Pengusaha Makanan dan Minuman RI Was-was Tarif Impor Trump

Pengusaha Makanan dan Minuman RI Was-was Tarif Impor Trump

Bisnis | Minggu, 06 April 2025 | 16:22 WIB

Harga Bakso Bakal Makin Mahal, Ketua Gapmmi Ungkap Alasannya

Harga Bakso Bakal Makin Mahal, Ketua Gapmmi Ungkap Alasannya

Bisnis | Rabu, 02 Agustus 2023 | 15:07 WIB

Intip Cara Kimbo Sambut Menggeliatnya Bisnis Industri Makanan dan Minuman

Intip Cara Kimbo Sambut Menggeliatnya Bisnis Industri Makanan dan Minuman

Bisnis | Sabtu, 18 Maret 2023 | 14:12 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×