- Industri kuliner jadi peluang ekspansi transaksi digital. BTN melihat aktivitas konsumsi masyarakat di pusat perbelanjaan sebagai peluang memperluas penggunaan layanan perbankan digital
- Melalui kolaborasi dengan WIG Culinary Festival 2026, BTN ingin mempermudah transaksi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan pelaku usaha kuliner dan UMKM.
- Festival yang digelar di 34 mal di berbagai wilayah Indonesia menjadi kesempatan bagi BTN untuk mendekatkan layanan perbankan dengan aktivitas transaksi sehari-hari masyarakat.
Suara.com - Industri kuliner dinilai membuka peluang bagi perbankan untuk memperluas penggunaan layanan transaksi digital, seiring dengan aktivitas konsumsi masyarakat di pusat perbelanjaan. Peluang tersebut turut menjadi perhatian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN melalui dukungannya terhadap Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, mengatakan perkembangan industri kuliner memberikan peluang bagi perbankan untuk mendukung pelaku usaha sekaligus memperluas pemanfaatan layanan transaksi digital.
"Bagi BTN, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk memperluas kehadiran layanan perbankan dalam transaksi sehari-hari, sekaligus mendukung pelaku usaha kuliner dan UMKM agar semakin berkembang. Melalui balé by BTN, kami ingin memberikan kemudahan bertransaksi bagi masyarakat di berbagai pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival," ujar Rully di Jakarta yang dikutip, Jumat (16/10/2026).
![Ilustrasi [David Dvoáek on Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/30/63568-ilustrasi-transaksi-digital-ilustrasi-qris.jpg)
Kehadiran festival di puluhan mal juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner, baik produk Nusantara maupun internasional, untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
WIG Culinary Festival 2026 mengangkat tema From Local Roots to Global Recognition. Festival ini tidak hanya memperkenalkan kuliner Nusantara sebagai warisan budaya, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara pelaku industri makanan dan minuman, pengelola pusat perbelanjaan, sektor pariwisata, dan perbankan.
Pendiri sekaligus Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengatakan kekayaan gastronomi Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik pariwisata.
"Melalui WIG Culinary Festival 2026, kami ingin menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara lebih dekat dengan masyarakat agar kuliner Nusantara tidak hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat tertentu, tetapi juga dikenal dan dihargai sebagai bagian dari warisan budaya serta menjadi daya tarik pariwisata Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menilai pusat perbelanjaan memiliki peran strategis dalam mendekatkan kuliner Nusantara kepada masyarakat.
Keterlibatan 34 pusat perbelanjaan dalam festival tersebut diharapkan memperluas akses konsumen terhadap berbagai hidangan daerah sekaligus memberi ruang promosi bagi tenant makanan dan minuman.