Skema Bagi Hasil Ojol 92:8 Disorot, Pengemudi Bisa Kena Getahnya

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:10 WIB
Skema Bagi Hasil Ojol 92:8 Disorot, Pengemudi Bisa Kena Getahnya
Ilustrasi - Pengemudi ojek online menunggu penumpang. ANTARA FOTO/Fauzan/aww/pri.
baca 10 detik
  • Skema bagi hasil ojol 92:8 berisiko memicu kenaikan tarif dan penurunan pesanan.
  • Pendapatan bersih pengemudi belum tentu naik jika konsumen mengurangi penggunaan ojol.
  • Aturan kaku dikhawatirkan mengubah model bisnis dan mempersempit kesempatan kerja.

Suara.com - Kebijakan pembagian pendapatan ojek online (ojol) dengan porsi 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator menuai kritik. Skema yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi itu dinilai berisiko memicu kenaikan tarif, penurunan jumlah pesanan, hingga mengancam kesempatan kerja di sektor ekonomi digital.

Kepala Strategi Ekonomi dan Asia Pasifik Access Partnership, Marcus Ng, menilai pembatasan komisi secara kaku belum tentu meningkatkan pendapatan bersih pengemudi. Sebab, struktur harga layanan transportasi daring tidak hanya terdiri dari komisi, tetapi juga tarif dasar, biaya layanan, dan tarif lonjakan (surge pricing).

Dikutip dari Nikkei Asia, Jumat (16/10/2026), Marcus memperingatkan bahwa aplikator dengan margin bisnis tipis memiliki ruang terbatas untuk menyerap tambahan beban biaya. Jika tekanan tersebut dialihkan kepada konsumen melalui penyesuaian tarif, permintaan layanan berpotensi turun.

Kondisi ini justru bisa menjadi bumerang bagi pengemudi. Ketika konsumen mengurangi penggunaan ojol atau beralih ke kendaraan pribadi, jumlah pesanan berkurang. Akibatnya, pengemudi harus menunggu lebih lama dan mengeluarkan lebih banyak biaya operasional, sehingga pendapatan harian belum tentu meningkat.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai kebijakan pembatasan komisi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kesejahteraan pengemudi, keberlanjutan bisnis aplikator, daya beli masyarakat, dan kepastian investasi di sektor digital.

Sementara itu, Ekonom Senior Segara Research Institute, YB Kadarusman, mengingatkan bahwa aturan yang membuat biaya dan kewajiban kerja platform mendekati hubungan kerja konvensional dapat mendorong perusahaan mengubah model operasinya, termasuk mengurangi jumlah pengemudi yang dilibatkan.

Di sisi lain, Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menilai perlindungan pekerja platform tetap perlu diperkuat, terutama terkait jaminan sosial, keselamatan, transparansi, dan penyelesaian sengketa. Namun, perlindungan tersebut tidak harus dilakukan dengan mengubah status mitra menjadi pekerja formal.

Ketua Umum Komunitas Angkutan Ojek Online (KAJOL) Indonesia, Firmansyah, juga menekankan bahwa fleksibilitas waktu menjadi alasan utama masyarakat memilih pekerjaan sebagai mitra ojol. Menurutnya, banyak pengemudi menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama.

Berdasarkan data INDEF (2025) serta DFS Lab dan Rise Indonesia (2022), sektor platform digital diperkirakan menopang sekitar 4,4 juta pekerja penuh waktu. Jumlahnya dapat mencapai 27 juta orang jika pekerja paruh waktu turut diperhitungkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Perpres Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen

Perpres Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Terkini

Karhutla Indonesia Disorot Dunia, Klub Calvin Verdonk dan Juara Premier League Kirim Pesan Menohok

Karhutla Indonesia Disorot Dunia, Klub Calvin Verdonk dan Juara Premier League Kirim Pesan Menohok

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla

Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Tilap Dana Desa Rp585 Juta demi Bayar Utang Pribadi, Kades di Lampung Selatan Dijebloskan ke Sel

Tilap Dana Desa Rp585 Juta demi Bayar Utang Pribadi, Kades di Lampung Selatan Dijebloskan ke Sel

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:59 WIB

AI Makin Canggih, Humas Dituntut Jaga Kepercayaan Publik dan Tangkal Disinformasi

AI Makin Canggih, Humas Dituntut Jaga Kepercayaan Publik dan Tangkal Disinformasi

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:05 WIB

×