Media Asing Sebut IHSG Rekor Terburuk, Investasi Rp101 Triliun Bisa Lenyap

M Nurhadi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:45 WIB
Media Asing Sebut IHSG Rekor Terburuk, Investasi Rp101 Triliun Bisa Lenyap
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • MSCI mengumumkan rencana penurunan status pasar Indonesia, memicu kejatuhan IHSG lebih dari lima persen pada Senin lalu.
  • Pelemahan tajam juga menekan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.040 per dolar Amerika Serikat.
  • Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan pertemuan darurat dengan KSSK dan Danantara untuk membahas krisis ekonomi tersebut.

Suara.com - Media internasional menyoroti keterpurukan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pelemahan mata uang rupiah setelah MSCI memberikan peringatan keras terkait kemungkinan penghapusan pasar modal Indonesia dari indeks globalnya. Situasi ini dinilai memicu kepanikan pasar sekaligus meningkatkan tekanan pada otoritas Jakarta untuk segera mengambil tindakan konkret.

IHSG merosot lebih dari 5% pada perdagangan Senin, melanjutkan anjloknya indeks sebesar 11,6% pada Jumat lalu. Pergerakan ini menempatkan bursa saham Indonesia sebagai salah satu dengan kinerja terburuk di dunia. Gelombang pelepasan aset (sell-off) meluas setelah MSCI mengumumkan rencana untuk meninjau ulang dan berpeluang menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Dalam pernyataannya menjelang pertemuan darurat dengan eksekutif MSCI, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui bahwa pengumuman MSCI tersebut mengejutkan pelaku pasar sehingga memicu kepanikan. Sebagai langkah antisipasi untuk menahan laju penurunan, BEI memotong batas penurunan harian (auto rejection bawah/ARB) menjadi 7%.

Para pengamat dan media asing menilai, jika Indonesia benar-benar diturunkan ke status standalone, hal tersebut berisiko mengisolasi ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini dari arus modal internasional dan menempatkannya sejajar dengan negara-negara seperti Lebanon dan Zimbabwe.

Rupiah dan Pasar Obligasi Ikut Tertekan

Dampak dari ancaman MSCI tidak hanya menghantam pasar saham, tetapi juga menjalar ke nilai tukar dan pasar surat utang negara:

  1. Mata Uang Rupiah: Turun hingga menembus level Rp18.040 per dolar AS, mendekati rekor terendah sebelumnya di Rp18.190.
  2. Surat Berharga Negara (SBN): Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun melonjak naik ke 7,4% dari posisi 7,169% pada pekan sebelumnya.

Analis Sovereign dari S&P Global Ratings, Rain Lin, menyebutkan bahwa peringatan terbaru MSCI berpotensi memicu lonjakan arus modal keluar (capital outflow). Menurutnya, risiko terbersih bukan sekadar biaya pendanaan, melainkan hilangnya kepercayaan investor secara lebih luas pada pasar obligasi dan investasi asing langsung (FDI).

Dikutip dari Reuters, Goldman Sachs memproyeksikan bahwa eliminasi penuh dari indeks MSCI dapat memicu arus keluar dana pasif hingga US$5,6 miliar (sekitar Rp101 triliun), ditambah potensi pelepasan aset dari dana aktif yang mengelola portofolio lebih dari US$8 miliar.

Sebagai catatan, investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar US$4,88 miliar sepanjang tahun ini—yang berpotensi menjadi angka tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

baca juga

Menanggapi krisis pasar ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)—yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua OJK, dan Ketua LPS—serta badan pengelola investasi Danantara untuk membahas kondisi perekonomian terkini.

Di sisi lain, OJK sebenarnya telah menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp2,1 triliun terkait dugaan manipulasi perdagangan saham pada tiga perusahaan. Namun, para spesialis pasar menilai bahwa langkah tegas yang lebih terkoordinasi dan konsisten masih sangat dibutuhkan.

"Beban pembuktian kini ada di pihak Indonesia. Untuk menghindari penurunan status, dibutuhkan bukti nyata bahwa reformasi yang diumumkan telah diimplementasikan secara konsisten dan benar-benar membenahi fungsi pasar," tulis tim strategis Goldman Sachs dalam catatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Konglo Melawan, Siapkan Amunisi Buyback di Tengah Denda Triliunan Rupiah

Saham Konglo Melawan, Siapkan Amunisi Buyback di Tengah Denda Triliunan Rupiah

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:40 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp2,1 Triliun, Emiten Konglo Dinilai Buat Jeblok Penilaian MSCI

OJK Jatuhkan Sanksi Rp2,1 Triliun, Emiten Konglo Dinilai Buat Jeblok Penilaian MSCI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Asing Kembali Bawa Kabur Dana Rp1,05 T dari Pasar Modal di Sesi I, BBCA Paling Banyak

Asing Kembali Bawa Kabur Dana Rp1,05 T dari Pasar Modal di Sesi I, BBCA Paling Banyak

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:41 WIB

BBCA Anjlok Tajam, BCA Lanjutkan Buyback

BBCA Anjlok Tajam, BCA Lanjutkan Buyback

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Penggerebekan Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan 47 Kg Sabu

Penggerebekan Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan 47 Kg Sabu

Riau | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Industri Teriak Soal Harga Beras Pecah, Begini Jawaban Mentan

Industri Teriak Soal Harga Beras Pecah, Begini Jawaban Mentan

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Cak Imin Siapkan Kurikulum Pemberdayaan, Lulusan Madrasah dan Pesantren Ditargetkan Siap Kerja

Cak Imin Siapkan Kurikulum Pemberdayaan, Lulusan Madrasah dan Pesantren Ditargetkan Siap Kerja

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Serapan Anggaran Gowa Masih di Bawah 50 Persen, Darmawangsyah Muin Beri Peringatan Keras

Serapan Anggaran Gowa Masih di Bawah 50 Persen, Darmawangsyah Muin Beri Peringatan Keras

Sulsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Ulasan Bapak Paling Jujur: Lucu, Tajam, dan Penuh dengan Pesan Kehangatan

Ulasan Bapak Paling Jujur: Lucu, Tajam, dan Penuh dengan Pesan Kehangatan

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Duit Sudah Disetor, Perekrut Menghilang, Calon Pekerja Migran di DIY Jadi Korban

Duit Sudah Disetor, Perekrut Menghilang, Calon Pekerja Migran di DIY Jadi Korban

Jogja | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Dari Wisata Alam ke Beasiswa, Ini Cara Desa di Maros Membantu 300 Anak Bersekolah

Dari Wisata Alam ke Beasiswa, Ini Cara Desa di Maros Membantu 300 Anak Bersekolah

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Mulai Syuting, Arin dan Yoon Chan Young Bintangi Film Bongcheon-dong Ghost

Mulai Syuting, Arin dan Yoon Chan Young Bintangi Film Bongcheon-dong Ghost

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:55 WIB

×