Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB
Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing
Ilustrasi valuta asing. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan porsi intervensi pasar valuta asing melalui spot kini tersisa sekitar 30 persen pada Senin (28/9/2026).
  • Bank sentral mengalihkan fokus intervensi valuta asing menggunakan instrumen domestic non-deliverable forward dan non-deliverable forward guna mencegah penggerusan cadangan devisa.
  • Bank Indonesia bersama pemerintah dan Kementerian Keuangan membahas penguatan sektor eksternal melalui peningkatan ekspor serta penarikan investasi demi menjaga stabilitas.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengurangi intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot. Hal ini biasanya digunakan dalam meredam gejolak rupiah di pasar keuangan.

Dalam hal ini, Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, intervensi melalui spot kini hanya sekitar 30 persen dari total intervensi yang dilakukan bank sentral.

BI memilih menggunakan instrumen lain, seperti domestic non-deliverable forward (DNDF) dan non-deliverable forward (NDF), dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing.

“Sekarang kita sudah sangat mengurangi intervensi. Intervensi yang mahal itu adalah melalui spot. Melalui spot sekarang jumlahnya sudah tinggal sekitar 30 persen dari total intervensi yang kami lakukan,” kata Destry saat rapat dengan DPR, Senin (28/9/2026).

Menurutmya, intervensi BI di pasar valuta asing dilakukan melalui beberapa instrumen, yakni DNDF, NDF, dan pasar spot. Perubahan komposisi tersebut dilakukan karena intervensi melalui spot secara langsung melibatkan penjualan dolar AS dan dapat mengurangi cadangan devisa.

“Kalau dulu dominannya spot karena kita langsung jual dolar dan itu langsung menggerus kadang-kadang cadangan devisa kita. Tapi dengan kita mulai mengembangkan, pertama di DNDF dulu, kemudian NDF, nah ini ternyata bisa lebih efektif,” ujarnya.

Gubernur BI Destry Damayanti saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia. Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Gubernur BI Destry Damayanti saat konferensi pers. [Suara.com/Dicky Prastya]

Meski demikian, Destry mengatakan, tekanan terhadap pasar valuta asing masih terjadi. Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan intervensi bank sentral, tetapi juga dipengaruhi sejumlah persoalan fundamental dan struktural di sektor eksternal.

Persoalan tersebut, lanjut Destry, turut dibahas dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), khususnya bersama pemerintah dan Kementerian Keuangan.

“Walaupun memang tekanan masih ada karena memang ada beberapa masalah yang fundamental dan struktural. Kami bicarakan itu di KSSK, khususnya dengan pemerintah, dengan Kementerian Keuangan,” kata Destry.

baca juga

Destry menekankan bahwa intervensi BI tidak dapat menjadi satu-satunya solusi untuk menjaga stabilitas sektor eksternal. Menurut dia, penguatan sektor eksternal juga perlu dilakukan melalui kebijakan yang dapat meningkatkan ekspor dan menarik investasi ke Indonesia.

“Karena kami bilang, kami nggak bisa, maksudnya gini, dengan intervensi sebesar-besarnya, tapi kalau sektor eksternal kita juga masih lemah, itu akan berat,” tuturnya.

Karena itu, BI bersama pemerintah juga membahas sejumlah program untuk memperkuat sektor eksternal, termasuk peningkatan ekspor serta upaya menarik investasi, baik investasi langsung maupun investasi portofolio.

“Sehingga kami juga berbicara bagaimana program-program meningkatkan ekspor, program-program untuk mendapatkan investasi, termasuk investasi yang real investment atau portfolio investment,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Kondisi Global Masih Suram, Bos BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,95,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:41 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:18 WIB

Ke Depan Bunga Kredit Tak Naik, BI Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Ke Depan Bunga Kredit Tak Naik, BI Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 14:52 WIB

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Terkini

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

×