Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:21 WIB
Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI
Gubernur BI Destry Damayanti saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan pelemahan rupiah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS disebabkan oleh pengumuman MSCI.
  • Bank Indonesia melakukan pemantauan ketat serta diskusi intensif untuk mengantisipasi potensi keluarnya aliran modal asing akibat sentimen tersebut.
  • BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui optimalisasi instrumen moneter dan penguatan insentif untuk menarik modal asing.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengakui, pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini terimbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal pasar modal Indonesia. Bahkan rupiah, sempat mendekam di level Rp18.000 per dolar AS.

"Pertanyaannya memang tepat sekali pada saat situasi saat ini ya. Jadi kita tahu memang apa yang terjadi di MSCI tentu menjadi perhatian kita juga. Kami juga melakukan asesmen dan memang sempat dua hari juga rupiah mengalami tekanan pada saat itu," ujar Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers di Gedung BI, Rabu (21/10/2026).

Destry merasa khawatir aliran modal asing yang bisa keluar cukup deras dengan adanya sentimen. Maka dari itu, pihaknya terus berdiskusi dan berkomunikasi secara ketat untuk mengantisipasi jumlah dana asing yang kabur.

Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Ilustrasi MSCI [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]

"Dan tentunya kami memonitor outflow yang terjadi sepanjang pergerakan yang terjadi setelah MSCI ini. Dan sejauh ini dua hari kemarin memang kami duduk berdiskusi secara tight (ketat) sekali bagaimana kita menyikapi ini," jelasnya.

Namun, Destry melihat bahwa tekanan rupiah masih dalam tahap wajar. Karena memang kondisi di regional Asia memang tidak baik-baik saha.

"Tapi kami masih melihat bahwa tekanannya masih relatif dalam batas yang cukup normal karena pada saat yang bersamaan juga regional kondisinya tidak terlalu baik ya," imbuhnya.

Destry menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter. Caranya, dengan meningkatkan insentif untuk meningkatkan aliran masuk modal asing dan memperdalam pasar keuangan.

"Memperkuat kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Bunga KPR ke Depan Tak Naik, Alasan BI Tahan BI-Rate 5,75%

Bunga KPR ke Depan Tak Naik, Alasan BI Tahan BI-Rate 5,75%

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:16 WIB

KPK Ungkap 2 Anggota TNI Aktif Terlibat Korupsi Dana BNPB

KPK Ungkap 2 Anggota TNI Aktif Terlibat Korupsi Dana BNPB

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Gebrakan Ammir Gita di Musik: dari Panggung Megah 700 Penampil hingga Proyek Lintas Generasi

Gebrakan Ammir Gita di Musik: dari Panggung Megah 700 Penampil hingga Proyek Lintas Generasi

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:11 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

×