- Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi September 2026 turun menjadi 4,88 juta ton karena luas panen menyusut.
- Ateng Hartono menyatakan fenomena El Nino yang kuat menyebabkan penurunan produksi padi berlanjut hingga akhir tahun 2026.
- BPS melaporkan produksi jagung pipilan kering September 2026 turun menjadi 1,30 juta ton akibat berkurangnya luas panen.
Penurunan luas panen tersebut turut memengaruhi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen).

Produksinya diperkirakan mencapai 1,30 juta ton atau turun 6,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, secara kumulatif produksi jagung masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari-September 2026, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen mencapai 13,16 juta ton.
"Produksi JPK KA 14 persen sepanjang Januari-September 2026 secara kumulatif mencapai 13,16 juta ton, lebih tinggi 2,73 persen dibanding Januari-September 2025," pungkasnya.