Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar

M Nurhadi

Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB
Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar
Ilustrasi kripto [Unsplash/Maria]
baca 10 detik
  • Binance mengalami penarikan dana pelanggan sebesar USD 3,64 miliar setelah diretas senilai USD 6,3 miliar pekan lalu.
  • FBI menyatakan unit peretas asal Korea Utara bertanggung jawab atas perampokan terbesar di dunia bursa kripto tersebut.
  • Binance menutupi 95 persen aset yang dicuri menggunakan dana internal guna memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan pasar.

Suara.com - Binance, mencatatkan penarikan dana pelanggan (outflow) sebesar USD 3,64 miliar atau setara dengan 2,1 persen dari total aset pengelolaannya. Gelombang penarikan dana ini terjadi seketika setelah perusahaan kembali membuka layanan operasionalnya pasca-insiden peretasan berskala raksasa yang mengakibatkan raibnya aset senilai USD 6,3 miliar pada pekan lalu.

Investigasi dari otoritas keamanan Amerika Serikat saat ini mengaitkan skandal yang diyakini para analis sebagai perampokan finansial terbesar di dunia tersebut dengan operasi peretas dari Korea Utara.

Menghadapi kepanikan di pasar aset digital, pihak manajemen Binance segera mengambil langkah taktis untuk menenangkan para investor kripto.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa gelombang penarikan dana kini mulai stabil setelah sempat mengalami lonjakan tajam pada fase awal pembukaan bursa. Lebih lanjut, Binance juga menegaskan bahwa volume simpanan atau deposit baru dari para pengguna tetap berada pada tingkat yang substansial.

Kepanikan pasar ini sempat memukul pergerakan harga aset kripto utama. Harga Bitcoin sempat terjerembap ke level terendah dalam enam pekan pada hari Jumat, namun perlahan menunjukkan grafik pemulihan sepanjang akhir pekan hingga berhasil diperdagangkan di atas level USD 78.000 pada perdagangan Senin.

Tren fluktuatif serupa dialami oleh Ether yang sempat menyentuh level terendah dua bulannya pada hari Jumat, sebelum akhirnya merangkak naik ke posisi USD 2.287.

Sebagai entitas raksasa yang memfasilitasi pengguna untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan aset digital, Binance memiliki rekam jejak dominasi pasar dengan 335 juta pengguna terdaftar secara global. Dalam pembaruan data yang dirilis pada hari Minggu, pihak bursa menyatakan bahwa mereka mengelola total aset di bawah manajemen mencapai USD 171 miliar per tanggal 28 Oktober lalu.

Dampak Sistemik dan Penurunan Likuiditas Pasar

Insiden pembobolan yang menimpa Binance ini menambah panjang rentetan kasus pencurian di ekosistem kripto belakangan ini. Menurut data yang dihimpun oleh para peneliti di TRM Labs, sindikat peretas telah berhasil menggasak mata uang kripto senilai USD 2,9 miliar melalui hampir 150 insiden keamanan sepanjang tahun lalu.

baca juga

Tingkat penarikan dana yang terjadi saat ini menjadi ujian awal yang sangat krusial untuk mengukur apakah para pelanggan masih menaruh kepercayaan terhadap sistem keamanan Binance. Guna memulihkan kepercayaan publik, pihak bursa mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menutupi 95 persen dari total aset yang dicuri. Binance menggunakan dana internal perusahaan sebesar USD 6 miliar untuk membeli token pengganti.

Sementara itu, sisa 5 persen token yang dicuri dipastikan terdiri dari aset-aset yang kurang likuid sehingga membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk dikumpulkan.

Imbas dari peretasan ini turut menyeret kapitalisasi pasar stablecoin yang memang cenderung menyusut ketika aliran dana lari meninggalkan aset kripto. Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, gabungan kapitalisasi pasar dari dua stablecoin terbesar, yakni USDT dan USDC, tercatat telah merosot sekitar USD 1,2 miliar sejak hari Jumat.

Tekanan jual akibat kepanikan ini juga merembet ke instrumen investasi lainnya. ETF bitcoin spot mencatatkan arus keluar sebesar USD 643 juta pada hari Jumat, yang merupakan angka arus keluar harian terbesar sepanjang bulan Oktober. Di pasar derivatif, lebih dari USD 1,3 miliar posisi yang menggunakan leverage terpaksa dilikuidasi.

Merespons gejolak ini, Global Head of Policy di firma analisis blockchain AS TRM Labs, Ari Redbord, memberikan pandangannya terkait sensitivitas pasar.

"Saya paham mengapa, bagi investor institusional yang konservatif, hal ini meresahkan," ujarnya, via Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anomali Keamanan INDODAX, Tak Ditemukan Transfer Ilegal dan Kebocoran Data

Anomali Keamanan INDODAX, Tak Ditemukan Transfer Ilegal dan Kebocoran Data

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:14 WIB

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Terkini

Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?

Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:20 WIB

PSMS Medan Siapkan 31 Pemain Hadapi Persija Besok

PSMS Medan Siapkan 31 Pemain Hadapi Persija Besok

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 13:19 WIB

Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar

Mencekam! Binance Diserbu Penarikan Uang Rp66 Triliun Usai Perampokan Kripto Terbesar

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB

Urutan Pemakaian Pembersih dan Penyegar Jeruk Nipis Mustika Ratu untuk Kulit Berminyak

Urutan Pemakaian Pembersih dan Penyegar Jeruk Nipis Mustika Ratu untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB

Reminders of Him Tayang 10 November, Adaptasi Novel Colleen Hoover

Reminders of Him Tayang 10 November, Adaptasi Novel Colleen Hoover

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:15 WIB

DPR Nilai Konser Andrea Bocelli di Borobudur Jadi Ajang Promosi Budaya Indonesia

DPR Nilai Konser Andrea Bocelli di Borobudur Jadi Ajang Promosi Budaya Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Membedakan Tas Coach Original vs KW Miror, Cek Nomor Seri dan Jahitan

Cara Membedakan Tas Coach Original vs KW Miror, Cek Nomor Seri dan Jahitan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:08 WIB

Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI

Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 13:03 WIB

Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba

Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba

Riau | Senin, 02 November 2026 | 13:02 WIB

Pramono Respons Soal Polemik Konser Andrea Bocelli: Izin Pusat Lengkap, Kami Hanya Mengikuti

Pramono Respons Soal Polemik Konser Andrea Bocelli: Izin Pusat Lengkap, Kami Hanya Mengikuti

News | Senin, 02 November 2026 | 13:02 WIB

×