Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 02 November 2026 | 16:56 WIB
Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November
Nilai tukar rupiah belum mampu keluar dari tekanan pada awal November 2026. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 9 poin ke Rp18.156 per dolar AS pada awal November.
  • Net sell asing di pasar saham masih membebani pergerakan rupiah.
  • Data ekonomi membaik, tetapi belum mampu mengangkat kepercayaan investor.

Suara.com - Nilai tukar rupiah belum mampu keluar dari tekanan pada awal November 2026. Mata uang Garuda kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah derasnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik yang masih membebani pergerakan rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.156 per dolar AS pada perdagangan Senin (2/11/2026). Posisi tersebut melemah 9 poin atau 0,05% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.147 per dolar AS.

Pelemahan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset domestik masih menghadapi tekanan. Bahkan, sejumlah indikator ekonomi yang lebih baik dari perkiraan belum cukup kuat untuk mengangkat nilai tukar rupiah.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan investor masih cenderung berhati-hati dalam menyikapi perkembangan ekonomi Indonesia maupun global. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar memilih bersikap defensif.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS mencerminkan kehati-hatian investor di pekan yang pada data ekonomi domestik maupun global serta pemilu legislatif paruh waktu AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut Lukman, data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia sebenarnya memberikan sentimen positif karena hasilnya relatif lebih baik dari ekspektasi pasar. Namun, sentimen tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari keluarnya dana asing di pasar ekuitas.

"Data ekonomi inflasi dan perdagangan Indonesia yang dirilis siang tadi relatif lebih baik dari harapan mendukung rupiah, namun net sell asing di pasar ekuitas masih membebani rupiah," jelasnya.

Tekanan rupiah terjadi ketika sejumlah mata uang Asia lainnya juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam sebesar 0,74%.

Diikuti ringgit Malaysia yang anjlok 0,32%, yen Jepang melemah 0,11%, dan rupee India terkoreksi 0,07%.

baca juga

Selanjutnya, dolar Singapura turun 0,06%, baht Thailand melemah 0,03%, serta dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,02%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Minat Investor Anjlok 52 Persen, Surat Utang RI Mulai Tak Laku?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:27 WIB

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

News | Senin, 02 November 2026 | 18:22 WIB

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:15 WIB

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

News | Senin, 02 November 2026 | 18:11 WIB

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

News | Senin, 02 November 2026 | 18:09 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:03 WIB

×