Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin
Menperin Muhammad Sarmuji merespons aksi unjuk rasa warga Subang di pabrik BYD. Ia mengatakan demonstrasi tersebut bukan urusan kementeriannya. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
baca 10 detik
  • Menperin Muhammad Sarmuji merespons aksi unjuk rasa warga Subang di pabrik BYD.
  • FMSB menggelar demonstrasi di Cipeundeuy pada Rabu 28 Oktober 2026 karena penyerapan tenaga kerja lokal masih rendah.
  • Massa aksi mendesak aturan kuota 70 persen pekerja lokal serta pelatihan keterampilan khusus industri kendaraan listrik.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji merespons aksi unjuk rasa warga di kawasan pabrik mobil listrik BYD di Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Aksi tersebut dipicu protes masyarakat yang menilai penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik tersebut masih rendah.

Sarmuji mengatakan, Kementerian Perindustrian telah menerima informasi mengenai demonstrasi tersebut. Namun, dia menilai penyelesaian persoalan itu tidak hanya menjadi kewenangan kementeriannya.

"Iya, kita terima informasinya. Tapi tentu saja penyelesaiannya tidak hanya ada di Kementerian Perindustrian. Nanti kita cek kalau perlu ada kita menghubungi di luar Kementerian Perindustrian pasti kita lakukan," kata Sarmuji di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Sarmuji, persoalan penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri kerap dipengaruhi perbedaan pandangan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Dia menyebut perusahaan bisa saja merasa telah memberikan kesempatan kerja kepada warga setempat. Namun, masyarakat justru menilai kesempatan yang diberikan belum mencukupi harapan mereka.

"Memang ada ini ya, kadang-kadang perspektif yang, POV-nya beda, point of view-nya kadang berbeda, ya. Antara industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup. Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan ini," ujarnya.

Karena itu, Sarmuji menilai perlu ada komunikasi antara perusahaan dan masyarakat agar kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai penyerapan tenaga kerja lokal.

"Penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi. Kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem," tuturnya.

Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) menggelar demonstrasi di kawasan pabrik BYD di Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Rabu (28/10/2026).

baca juga

FMSB memperkirakan penyerapan tenaga kerja asal Subang di pabrik tersebut masih di bawah 20 persen. Mereka menilai warga setempat belum mendapatkan kesempatan kerja yang memadai meskipun pabrik kendaraan listrik tersebut berdiri di wilayah mereka.

Juru bicara aksi FMSB, Megi Akbar Setiawan, mengatakan demonstrasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi BYD. Masyarakat justru berharap keberadaan pabrik kendaraan listrik itu dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga Subang.

FMSB juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Subang membuat aturan yang mewajibkan perusahaan menyerap 70 persen tenaga kerja lokal dalam setiap investasi yang masuk ke daerah tersebut.

Selain transparansi rekrutmen dan prioritas pekerja lokal, massa aksi meminta pemerintah dan perusahaan mengadakan pelatihan keterampilan khusus industri kendaraan listrik agar masyarakat memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pabrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid Tahun Ini

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Terkini

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×