Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB
Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis, Heldy Satrya Putera
baca 10 detik
  • Investasi nasional mencapai Rp1.539,2 triliun hingga September 2026.
  • Hilirisasi menyumbang 32%-34% investasi, didominasi mineral kritis.
  • Pemerintah mendorong keterlibatan investor domestik dalam industri hilir.

Suara.com - Investasi nasional semakin bergantung pada sektor hilirisasi, terutama pengolahan mineral kritis. Kondisi ini terlihat dari kontribusi sektor tersebut yang mendominasi aliran modal ke Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi nasional mencapai Rp1.539,2 triliun sepanjang Januari-September 2026.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis, Heldy Satrya Putera, mengungkapkan sektor hilirisasi menyumbang sekitar 32%-34% terhadap total investasi nasional. Dari keseluruhan investasi hilirisasi tersebut, komoditas mineral kritis menjadi kontributor terbesar.

" Dari mineral kritis itu kurang lebih total dari hilirisasi kita sudah 70 persen kontribusinya terhadap investasi," kata Heldy dalam Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia di Jakarta.

Besarnya kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri pengolahan mineral menjadi salah satu motor utama penanaman modal di Indonesia. Namun, dominasi mineral kritis juga membuat kinerja investasi hilirisasi sangat berkaitan dengan keberlanjutan proyek-proyek pengolahan komoditas tersebut.

Tantangan berikutnya bukan sekadar mendatangkan investasi, melainkan memastikan besarnya modal yang masuk benar-benar menghasilkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri. Hal ini mencakup penguatan industri pendukung, peningkatan kapasitas produksi domestik hingga perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah menilai struktur investasi nasional mulai menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Heldy mengatakan kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya keterlibatan pelaku usaha domestik dalam ekosistem industri hilir. Dengan demikian, pengembangan hilirisasi diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi investor asing, tetapi juga membuka peluang bagi pengusaha nasional untuk masuk ke rantai pasok industri mineral.

"Artinya kita bukan hanya mengundang asing tapi kita juga mendorong partisipasi dari penanaman modal dalam negeri," ujarnya.

baca juga

Pemerintah pun menargetkan agar pertumbuhan investasi hilirisasi diikuti peningkatan nilai tambah ekonomi, penguatan tata kelola dan keberlanjutan, serta distribusi manfaat pembangunan yang lebih luas dan inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:44 WIB

Penerimaan Negara dari Minerba Tembus Rp141 Triliun

Penerimaan Negara dari Minerba Tembus Rp141 Triliun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 10:00 WIB

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:43 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:39 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:38 WIB

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

×