- Pemerintah menyalurkan bansos reguler seperti PKH dan BPNT bagi masyarakat perkotaan pada November 2026 yang masuk dalam kelompok desil 4.
- Keluarga pada kategori desil 5 berhak memperoleh jaminan kesehatan gratis melalui program PBI-JK serta subsidi spesifik dari pemerintah daerah.
- Masyarakat perkotaan dalam kelompok desil 6 tidak lagi menjadi sasaran program bansos reguler karena dinilai sudah mandiri secara ekonomi.
Suara.com - Program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pada kuartal keempat atau November 2026 kembali menuai perhatian, terutama bagi masyarakat usia produktif di kawasan perkotaan yang mempertanyakan status kepesertaan mereka.
Pertanyaan mengenai kelompok desil 4-6 apakah dapat bansos, serta bansos apa saja yang berhak diterima, menjadi topik yang paling sering dicari.
Sebagai landasan penyaluran, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem basis data terpadu ini membagi dan mengelompokkan keluarga di Indonesia ke dalam 10 tingkat kesejahteraan relatif atau desil.
Desil 1 merepresentasikan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau sangat miskin, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan status sosial ekonomi paling tinggi atau terkaya.
Bagi masyarakat di kota-kota besar yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi, berada di irisan desil menengah seperti desil 4, 5, dan 6 kerap menimbulkan kebingungan terkait hak penerimaan bantuan sosial. Ketiga kelompok ini berada pada batas transisi antara prasejahtera dan kelas menengah.
Rincian Bansos untuk Kelompok Desil 4 Keluarga yang hasil asesmennya masuk ke dalam kelompok desil 4 masih dikategorikan sebagai prioritas utama penerima berbagai bansos reguler dari Kementerian Sosial. Secara status sosial ekonomi, kelompok ini berada di ambang batas atas dari kategori rentan miskin.
Masyarakat di desil 4 memiliki peluang besar untuk menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Selain itu, keluarga di kelompok ini juga menjadi sasaran alokasi bantuan beras cadangan pangan pemerintah serta Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak usia sekolah.
Kendati demikian, status penerimaan bansos tersebut tidak bersifat otomatis. Pencairan bantuan tetap tunduk pada persyaratan spesifik masing-masing program, ketersediaan kuota daerah, dan hasil verifikasi faktual di lapangan.
Rincian Bansos untuk Kelompok Desil 5 Kelompok desil 5 umumnya diklasifikasikan sebagai keluarga menengah bawah. Karena tingkat kesejahteraannya dinilai sedikit lebih baik, keluarga di desil 5 sudah tidak lagi menjadi sasaran utama dari bansos reguler yang bersifat uang tunai seperti PKH atau BPNT sembako.
Meskipun akses terhadap uang tunai tertutup, keluarga desil 5 masih memiliki hak dan peluang untuk mendapatkan intervensi perlindungan sosial melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Pada program ini, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan per bulannya akan dibayarkan secara penuh oleh pemerintah. Status kepesertaan PBI-JK ini sangat krusial bagi warga perkotaan untuk mengamankan akses layanan medis gratis tanpa membebani finansial bulanan.
Selain intervensi jaminan kesehatan nasional, kelompok desil 5 juga berpeluang menerima berbagai bentuk bantuan spesifik atau subsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing pemerintah provinsi atau kota.
Rincian Bansos untuk Kelompok Desil 6 Bergerak ke atas, kelompok desil 6, beserta desil 7 hingga 10, dianggap sebagai masyarakat kelas menengah hingga atas yang telah mandiri secara ekonomi.
Berdasarkan struktur penyaluran DTSEN, keluarga yang berada di desil 6 bukan lagi target atau sasaran dari seluruh program bansos reguler pengentasan kemiskinan.
Masyarakat di desil 6 dipastikan tidak menerima PKH, BPNT, PIP, maupun PBI-JK. Meski begitu, pada kondisi-kondisi tertentu, bantuan sosial yang bersifat kondisional, subsidi energi secara umum, atau intervensi ekonomi khusus di luar pengelompokan desil reguler terkadang masih dapat menjangkau kelompok ini.
Cara Mengecek Status Desil dan Penerimaan Bansos Masyarakat dapat memverifikasi secara langsung posisi desil sosial ekonomi keluarga serta status kepesertaan bansos secara mandiri. Pengecekan ini dapat diakses secara digital menggunakan smartphone tanpa perlu antre di kantor kelurahan.
- Buka aplikasi browser di ponsel cerdas Anda, seperti Google Chrome atau Safari.
- Akses situs web resmi pengecekan data di portal Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara presisi sesuai yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Ketik kode verifikasi atau captcha keamanan yang muncul di layar dengan benar.
- Tekan tombol "Cari Data" untuk memerintahkan sistem melakukan pencarian di database nasional.
- Tunggu beberapa detik hingga laman menampilkan hasil pencarian.
- Sistem akan menampilkan rincian informasi mengenai kategori desil, rekam data sosial ekonomi, serta status bantuan sosial aktif yang tercatat atas nama Anda.
Mekanisme Pemutakhiran Desil Sosial Ekonomi Dinamika ekonomi di perkotaan kerap membuat status kesejahteraan sebuah keluarga berubah drastis akibat pemutusan hubungan kerja atau kebangkrutan usaha.
Jika angka desil yang tercantum di sistem dinilai tidak lagi merepresentasikan kondisi kemiskinan yang sebenarnya, masyarakat memiliki hak untuk mengajukan proses pemutakhiran atau perbaikan data.
- Pelapor dapat mendatangi langsung kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial tingkat kabupaten/kota dengan membawa dokumen pendukung untuk mengajukan pembaruan status ekonomi.
- Proses pemutakhiran juga bisa dilakukan secara digital dengan mengunduh aplikasi Cek Bansos di ponsel, lalu melakukan registrasi akun baru atau login.
- Akses menu "Profil" di dalam aplikasi, kemudian pilih fitur "Request Pembaruan Data" atau usul sanggah.
- Jawab seluruh kuesioner dan isi kolom pertanyaan dengan jujur sesuai dengan realitas kondisi ekonomi dan aset keluarga saat ini.
- Setelah data diajukan, tim pendamping sosial atau petugas kelurahan akan melakukan proses verifikasi berlapis, yang sering kali mencakup survei atau kunjungan langsung ke tempat tinggal pelapor.
- Pantau secara berkala hasil dari pengajuan tersebut melalui aplikasi untuk memastikan apakah status desil telah berhasil diturunkan atau disesuaikan dengan kondisi riil keluarga.