Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah

Dicky Prastya

Sabtu, 07 November 2026 | 13:59 WIB
Pasar Ekspor Jadi Peluang Baru di Tengah Lemahnya Rupiah dan Turunnya Kelas Menengah
Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli di Youth Economic Summit 2026, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). [Suara.com/Alfian]
baca 10 detik
  • Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menyatakan ekonomi makro 2026 dan 2027 menghadapi tantangan berat global serta domestik.
  • Empat tekanan utama meliputi pelemahan rupiah, inflasi impor, suku bunga tinggi, dan perubahan iklim yang merusak daya beli masyarakat.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah justru membuka peluang besar bagi UMKM dan generasi muda untuk meningkatkan daya saing ekspor global.

Suara.com - Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan kondisi ekonomi makro masih dibayangi tantangan berat untuk 2026 maupun 2027, baik itu di tingkat global maupun domestik.

Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli mengungkapkan setidaknya ada empat tantangan utama yang tengah menekan perekonomian nasional dan berimbas langsung pada industri serta masyarakat.

Tantangan pertama yakni tren pelemahan nilai tukar rupiah yang kini telah menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Dipo menilai kalau lemahnya mata uang RI amat berimbas ke industri.

"Pelemahan rupiah ini dampaknya ke banyak sekali industri. Karena banyak industri di Indonesia memiliki bahan baku impor yang cukup tinggi. Jadi ketika rupiah melemah, harga bahan baku meningkat dan harga jual menjadi makin tinggi," ungkap Dipo dalam acara Youth Economic Summit (YES) 2026 di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, (7/11/2026).

Tantangan kedua berasal dari inflasi impor yang dipicu oleh eskalasi geopolitik, salah satunya perang Amerika Serikat vs Iran. Kondisi ini mendongkrak harga minyak dunia yang kemudian berimbas pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, sekaligus memicu pembengkakan biaya transportasi logistik di berbagai industri.

Faktor ketiga adalah tingginya suku bunga acuan (BI Rate). Dipo menjelaskan, kebijakan ini berimbas pada naiknya biaya pinjaman masyarakat. 

"Biaya pinjaman pun jadi mahal. Yang tadinya cicilan KPR berapa jadi naik, kartu kredit jadi berapa juga ikut naik," timpal dia.

Adapun tantangan keempat berasal dari masalah perubahan iklim seperti El Nino serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memicu inflasi pangan.

Akumulasi dari keempat tekanan makroekonomi tersebut secara langsung menghantam daya beli masyarakat umum, khususnya kelas menengah. 

baca juga

Dipo menyoroti fenomena penyusutan porsi kelas menengah yang trennya sebenarnya sudah berjalan sejak sebelum pandemi Covid-19.

"Banyak yang turun kelas, dari kelas menengah menjadi calon kelas menengah. Bagi yang sudah bekerja, gaji itu stabil bahkan cenderung turun. Tapi dengan kenaikan harga-harga, daya beli kita makin merosot," papar Dipo.

Meski proyeksi ekonomi terkesan suram, Dipo menekankan bahwa selalu ada pergeseran peluang di tengah krisis. Pelemahan rupiah justru membuat harga barang dan jasa dari Indonesia menjadi lebih murah di mata pembeli asing, sehingga daya saing ekspor melonjak.

"Peluang yang paling besar dengan semua tantangan ini adalah sebenarnya nilai tukar kita yang lemah. Artinya apa? Ada peluang besar untuk ekspor," tegasnya.

Dipo mendorong talenta muda dan UMKM untuk memaksimalkan era ekonomi tanpa batas atau borderless economy. Menurutnya, sumber daya muda Indonesia memiliki keterampilan unik yang mumpuni untuk bersaing dalam kancah global.

"Jangan hanya melihat peluang di Indonesia saja, tapi lihat yang ada di luar negeri. Ekonomi kita mungkin tertekan, tapi karena nilai tukar kita lemah, sebenarnya kita bisa bersaing dengan negara lain baik untuk barang maupun jasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Karhutla Ancam Aktivitas Ekonomi, Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:09 WIB

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Tembus 120 pada 2027

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 09:00 WIB

Terkini

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

4 Cara Mengecek Status BPJS Kesehatan PBI Aktif atau Tidak, Tak Perlu ke Kantor!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:53 WIB

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Film Sal Saeng Bu Rilis 2027, Ini Daftar Pemain Utama yang Penuh Bintang!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lari Bikin Wajah Kendur, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter Tirta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:50 WIB

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 13:47 WIB

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Jelang Berlaku 2027, Skema Retribusi Ekspor Komoditas DSI Masuk Tahap Final

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:45 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:42 WIB

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:30 WIB

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:19 WIB

×