Kondisi berbeda dialami dua pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong dan Park Hang-seo. Shin Tae-yong kini tengah bergembira pasca mengantarkan timnas Indonesia U-20 lolos ke Piala Asia U-20 dengan mengalahkan Vietnam U-20.
Timnas Indonesia U-20 menang 3-2 atas Vietnam, Minggu 18 September 2022 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Tiga gol kemenangan Garuda Nusantara dicetak oleh Marselino Ferdinan menit ke-60, Muhammad Ferrari menit ke-82 dan Rabbani Tasnim menit ke-85.
Dua gol dari Vietnam masing-masing dicetak oleh Nguyen Thanh Nhan menit ke-66 dan gol bunuh diri Ferrari menit ke-79.
Kegembiraan pun diutarakan Shin Tae-yong usai pertandingan. Ia mengaku sepak bola Indonesia semakin kuat pasca kemenangan tersebut.
"Pertama-tama saya sangat bangga dengan para pemain kerena sekarang kita bisa mengalahkan Vietnam. Setelah menang, kami bahkan lebih percaya diri untuk masa depan," ujar Shin Tae-yong usai pertandingan.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin kuat karena dalam situasi sulit kita masih memiliki semangat dan keberanian tertinggi untuk mengambalikkan keadaan. Saya sangat bersyukur dan merasa bangga dengan para pemain," kata Shin Tae-yong.
Kondisi berbeda justru dialami rival Shin Tae-yong, Park Hang-seo. Jelang pertandingan tim senior Vietnam melawan Singapura, Park Hang-seo marah-marah kepada awak media.
Sejumlah awak media seperti dikutip dari webthethao.vn disemprot oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut. Menurut Park, para awak media terlalu banyak bicara.
Kemarahan itu disebabkan kritik tajam dari media lokal soal pemanggilan sejumlah pemain jelang lawan Singapura.
Baca Juga: Kenapa Marselino Ferdinan Main di Babak 2 Indonesia vs Vietnam Piala Asia U-20?
"Para pemain adalah pilihan saya dan hasil yang akan menjadi tanggung jawab saya juga. Mengapa kalian terlalu banyak bicara," kata Park.
Menurut media Vietnam itu, Park Hang-seo bukan pertama kali marah kepada media. Pada September 2019, Park mengamuk pada babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2022.
"Mengapa semua orang di Vietnam ingin jadi pelatih? Mengapa semua orang di sini takut dengan Indonesia, anda selalu banyak bertanya," ucap Park saat itu.