Cuci Tangan Pejabat di Tragedi yang Tewaskan Ratusan Suporter: Ogah Tanggung Jawab

Blitz

Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:27 WIB
Cuci Tangan Pejabat di Tragedi yang Tewaskan Ratusan Suporter: Ogah Tanggung Jawab
tragedi kanjuruhan | suara.com

Respon tak jauh berbeda kerap ditunjukkan oleh para pejabat saat pecah tragedi yang tewaskan banyak orang tak berdosa. Seperti respon dari pejabat pemerintah Indonesia dan pemerintah Peru di tragedi yang tewaskan ratusan suporter di stadion. 

Di tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi yang datang ke kuburan massal para Aremania menyoroti soal pintu stadion yang tertutup, anak tangga stadion curam namun tidak menyinggung soal tembakan gas air mata ke arah tribun yang membuat panik Aremania. 

Pernyataan yang tidak tenangkan hati publik khususnya para Aremania juga disampaikan oleh ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. Didesak mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban atas tewasnya 131 suporter, Iwan Bule menolaknya. 

Bahkan Iwan Bule dalam pernyataannya seperti dilihat di kanal Youtube Mata Najwa menyebut dirinya tidak bisa dikatikan dengan tragedi Kanjuruhan. 

"Bagaimana mau mengaitkan dengan saya, kan setiap pertandingan di suatu tempat panpel yang harus bertanggung jawab," kata Iwan Bule. 

Ia juga membela PT LIB yang menurutnya di luar tanggung jawab, padahal kekinian Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kapolri

Ogah mundur juga dinyatakan oleh Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh saat jadi bintang tamu di Metro TV. Didesak oleh pengamat sepak bola Tommy Welly alias Bung Towel untuk mundur, Riyadh mengatakan, "Enak aja mundur"

Pernyataan pejabat Peru di Tragedi Estadio Nacional

Nah, pernyataan-pernyataan tak jauh berbeda juga diungkap oleh pejabat Peru pada tragedi Estadion Nacional Peru pada 24 Mei 1964. 

baca juga

Ambil contoh pernyataan dari Komandan Jorge de Azambuja, pemberi komando tembakan gas air mata ke tribun penonton. Dalam pernyataan seperti dikutip dari laporan Elcomercio, Azambuja juga menyoroti soal pintu stadion yang tertutup. 

"Di tribun selatan, di mana pintu tidak tertutup, tidak ada satu pun suporter yang tewas di sana, meskipun ada gas air mata," kata Azambuja. 

Sekedar informasi, Azambuja mengaku bahwa ia yang menginstruksikan anak buah tembakan gas air mata ke arah tribun penonton. 

"Saya memerintahkan tabung gas air mata untuk ditembakkan ke tribun. Saya tidak mengatakan berapa banyak. Saya tidak pernah membayangkan konsekuensi yang menghancurkan itu," ucap Komandan Jorge de Azambuja mengutip dari revistalibero.com

Jika di Stadion Kanjuruhan, gate 13 menjadi tempat paling banyak jatuh korban jiwa maka di Estadio Nacional, area keluar tribun utara tepatnya di gate 10, 11 dan 17 menjadi kuburan bagi banyak suporter pada hari itu. 

"Banyak wanita dan anak-anak bergelimpangan kehabisan nafas dan terinjak-injak oleh para suporter lain yang panik. Teriakan minta tolong para korban sangat menyayat hati," tulis salah satu media lokal Peru. 

Lantas siapa yang bertanggung jawab soal pintu stadion yang ditutup? Di tragedi Kanjuruhan seperti yang disampaikan Kapolri bahwa steward atau penjaga pintu stadion meninggalkan lokasi. 

"Steward seharusnya stand by karena (pintu) terbuka masih separuh sehingga membuat orang berdesak-desakan," kata Kapolri mengutip dari Antara. 

Di Peru, soal pintu tertutup tidak ada yang mau bertanggung jawab. Otoritas Komite Olahraga Nasional Peru kemudian melaporkan bahwa pintu ditutup untuk mencegah penggemar masuk ke lapangan. Siapa yang menutup, sampai saat ini tidak pernah dijelaskan. 

Bahkan soal gas air mata sempat dibantah oleh Menteri dalam Negeri Peru, Juan Languasco. Ia menyebut seperti dikutip dari laporan La Prensa menyangkal ada tembakan gas air mata. 

Mirisnya Languasco pada hari kejadian ikut menonton di dalam stadion bersama Kepala Garda Nasional Peru, meski ia sudah keluar stadion sebelum pecahnya tragedi tersebut. 

Beberapa hari setelah pemberitaan di media lokal memperlihatkan foto tembakan gas air mata ke tribun penonton, Languasco baru mengakuinya meski kemudian menyebut tindakan polisi bisa benar tapi juga bisa keliru.  

Butuh waktu satu tahun untuk publik Peru kemudian mengetahui sejumlah secuil fakta lain di tragedi yang tewaskan 328 suporter. Hakim Castaneda Pilopais yang memimpin investigasi tragedi ini dalam laporannya menyebut ada peran jahat pejabat pemerintah hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang di stadion. 

"Ada konspirasi jahat untuk menaklukkan rakyat dengan latar belakang berbeda dan itu harus diselidiki sampai tuntas," kata Pilopais. 

Sayangnya kemudian laporan itu ditolak dan tidak disetujui oleh pemerintah dan parlemen Peru. Parahnya, si hakim yang beberkan fakta justru dijerat dengan denda dan ancaman hukuman. Pilopais pun memutuskan untuk mundur sebagai seorang hakim. 

7 tahun setelah tragedi di Peru, keluarga korban baru sedikit mendapat keadilan. Keluarga korban berhasil mendesak pemimpin Peru Jenderal Juan Velasco untuk membuat dekrit 19030 yang memungkinkan ada sanksi hukum kepada mereka yang dianggap bertanggung jawab. 

Dekrit 19030 ini yang kemudian membawa Kolonel Jorge de Azambuja divonis bersalah dan dipenjara selama 30 bulan. Meski begitu banyak fakta-fakta kasus Peru ini yang tetap ditutup rapat oleh pejabat di sana. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Sebut 20 Personel Diduga Langgar Etik dalam Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Sebut 20 Personel Diduga Langgar Etik dalam Tragedi Kanjuruhan

Sumedang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:21 WIB

Dirut PT LIB Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Profil Akhmad Hadian Lukita Jadi Sorotan

Dirut PT LIB Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Profil Akhmad Hadian Lukita Jadi Sorotan

News | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:20 WIB

Diangkat Jadi Anak Asuh, Ketum PSI Giring Ganesha Sepakat Biayai Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Ini sampai Sekolah Akpol

Diangkat Jadi Anak Asuh, Ketum PSI Giring Ganesha Sepakat Biayai Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Ini sampai Sekolah Akpol

Surabaya | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:15 WIB

Sosok Ini Diduga  Pemberi Perintah untuk Tembakkan Gas Air Mata pada Tragedi Kanjuruhan

Sosok Ini Diduga Pemberi Perintah untuk Tembakkan Gas Air Mata pada Tragedi Kanjuruhan

Bekaci | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:07 WIB

Jokowi Salahkan Pintu Tertutup dan Tangga Curam Stadion Kanjuruhan, Menko Polhukam: Salah Sangka

Jokowi Salahkan Pintu Tertutup dan Tangga Curam Stadion Kanjuruhan, Menko Polhukam: Salah Sangka

Hits | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 11:08 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×