Irjen Teddy Minahasa yang sedianya bakal gantikan Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Jatim. Belum resmi dilantik, Teddy Minahasa tersandung kasus peredaran narkoba.
Mengutip dari pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Teddy diduga terlibat dalam peredaran kasus narkoba. Hal itu dilakukan saat ia masih menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.
“Tentu ini jadi SOP yang akan kita perbaiki kedepan. Dan saya kira dugaan keterlibatan yang bersangkutan menjual, sedang kita dalami," ujar Kapolri.
Jika di Indonesia ada perwira polisi diduga bermain di peredaran narkotika, di Spanyol anggota kepolisian negara itu bertaruh nyawa demi bisa bongkar bank yang menjadi tempat pencucian uang kartel narkoba.
Mengutip dari laporan Sundayworld.com, pihak kepolisian Spanyol berhasil membongkar sebuah bank yang diduga menjadi tempat pencucian uang dari kartel narkoba.
Bank narkotika yang disebut Hawala itu menjadi bank terbesar di Eropa yang menampung aliran uang dari kartel narkoba.
Bank tersebut berbasis di Spanyol Selatan dan diyakini telah melakukan pencucian uang sebesar 300 juta euro setiap tahunnya.
Dari hasil investigasi sementara pihak kepolisian, pihak bank mencuci dana kartel itu dengan dijadikan sebagai mata uang kripto.
"Lebih dari 200 petugas penegak hukum menggerebek total 21 lokasi di provinsi Malaga, Spanyol dan Toledo sejak 27 September 2022,"
Baca Juga: Jebol Tembok Kamar Mandi, 7 Tahanan Polsek Jatiasih Bekasi Kabur: Mayoritas Tersangka Narkotika
Dari operasi penangkapan tersebut, polisi menangkap 32 orang dan menyita hampir 3 juta euro yang diduga milik kartel narkoba.
Selain itu, otoritas Spanyol mengatakan bahwa dari hasil penggerebakan, juga disita 19 akun cryptocurrency senilai €1,5 juta juga disita bersama 11 kendaraan mewah dan 1,2 ton ganja.
Pengungkapan bank yang jadi tempat kartel mencuci uang ialah hasil pengembangan penangkapan Johnny Morrissey, penjahat kelas kakap asal Amerika Serikat.
Johnny Morrissey disebut-sebut sebagai tangan kanan dari kartel narkoba bernama Kinahan. Menurut Europol, jariangan kriminal ini menjalankan bank narkotika di sejumlah negara Eropa termasuk Spanyol.
"Kota Fuenlabrada di Spanyol diduga menjadi pusat bank bawah tanah kartel narkotika tersebut,"