Undangan pernikahan putra sulung Jokowi, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono beredar di media sosial. Dalam undangan yang beredar di laman media sosial itu tertulis tempat dan tanggal akad nikah Kaesang dan Erina.
Menurut Presiden Jokowi, akad nikah akan dilaksanakan, di Yogyakarta, pada Sabtu (10/12), kemudian untuk tasyakuran diadakan di Solo, Minggu (11/12), pukul 11.00 WIB hingga malam hari.
Terkait undangan yang beredar di laman media sosial itu, Kaesang membenarkannya.
"Pak @jokowi emang sederhana sih, gelarnya gak dicantumin. Surat undangan ini benar atau gak, Mas? @kaesangp," tanya salah satu netizen.
"Bener," jawab Kaesang.
Dalam undangan yang beredar itu, tertulis juga ayah dan ibu dari Erina yakni Mohammad Gudono dan Sofiatun Gudono.
Lantas siapa Mohammad Gudono?
![Undangan pernikahan Kaesang dan Erina. [@jackodanish]](https://media.suara.com/suara-partners/blitz/thumbs/1200x675/2022/12/05/1-kaesang.png)
Melansir dari berbagai sumber, Mohammad Gudono ternyata seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Gadjah Mada (UGM).
Dari laman resmi UGM disebutkan bahwa Mohammad Gudono kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada 26 Mei 1963.
Setelah mendapat gelar S1 di UGM, Mohammad Gudono kemudian melanjutkan gelas S2 di Murray State University di Kentucky, Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Motor Matik Yamaha FreeGo 125 Connected Sudah Mendarat di Yogyakarta, Ini Daftar Harga Lengkapnya
Mohammad Gudono kemudian mendapat gelar Doktor dari Temple University, Pensylvania, AS.
Mohammad Gudono mulai berkarier di UGM pada 2000 dengan mengemban tugas sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Pengembangan SDM.
Pada 2006 hingga 2010, ia kemudian menjadi pejabat struktural Eselon IIIA di BPK RI.
Lalu periode 2013 hingga 2010, ia menjadi Ketua Pengelola Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UGM
Pada 2015, Mohammad Gudono ternayta pernah mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dua tahun sebelumnya ia mendapat penghargaan Satya Lancana Karya Satya XX dari Presiden SBY.
Ayah Erina hembuskan nafas terakhir pada 23 Juli 2016 karena serangan jantung.