Misteri 300 Tahun Mumi Putri Duyung Berwajah Manusia Terpecahkan, Mirip Jenglot? Begini Faktanya

Blitz

Sabtu, 18 Februari 2023 | 21:17 WIB
Misteri 300 Tahun Mumi Putri Duyung Berwajah Manusia Terpecahkan, Mirip Jenglot? Begini Faktanya
Mumi Putri Duyung. (The Sun.)

Misteri 300 tahun mumi putri duyung berwajah manusia terpecahkan. Selama berabad-abad, mumi yang terlihat seperti putri duyung dengan wajah manusia akhirnya terpecahkan. 

Awalnya mumi ini membuat bingung para ilmuwan selama hampir 300 tahun. Mahluk seperti mumi itu berukuran hanya 12 inci, diduga ditangkap di Samudra Pasifik, tepatnya di lepas Pulau Shikoko, Jepang antara tahun 1736 dan 1741. 

Selama 40 tahun ke belakang mumi itu kemudian disimpan di sebuah kuil di Kota Asakuchi, Jepang. 

Mumi putri duyung itu memiliki wajah meringis, gigi runcing, dua tangan dan rambut di kepala serta alis. 

Sekilas mumi tersebut terlihat seperti manusia yang menakutkan. Di tubuh bagian bawahnya terlihat seperti ikan, tanpa kaki.  Sekilas mumi tersebut terlihat seperti jenglot, boneka mainan para dukun indonesia yang memiliki ukuran bervariatif (sekitar 10–20 cm). 

Penduduk setempat memuja mumi misterius itu selama bertahun-tahun dan mempercayai bahwa daging mahluk itu bisa memberikan keadadian. 

Bahkan saat pandemi Covid-19, sejumlah masyarakat datang ke kuil tersebut dan berdoa kepada mumi tersebut. 

Faktanya, para peniliti dari Kurashiki University of Science and the Arts kemudian melakukan penelitian terhadap mumi tersebut. 

Mereka melakukan sejumlah tes dan CT scan untuk mengungkap rahasia misterius mumi tersebut. 

baca juga

Terungkap fakta bahwa dari hasil penelitian bahwa mahluk tersebut ternyata hanya buatan manusia. Dari hasil penelitian mumi tersebut dibuat pada akhir 1800-an. 

Dari hasil penelitian, tidak ada kerangka atau tulang apapun di dalam tubuh mumi tersebut. Mumi itu murni terbuat dari kertas, kain dan kapas. 

Dilansir dari Then Sun, para ilmuwan juga mengatakan bahwa bagian tubuh memang berasal dari ekor ikan, namun itu ditambahkan oleh si pencipta mahluk tersebut. 

Rahang dan gigi mumi itu juga berasal dari ikan dan rambut di kepala dari ambil dari hewan mamalia. 

Hiroshi Kinoshita dari Okayama Folklore Society mengatakan bahwa di era sejarah Jepang tepatnya pada periode Edo antara 1603 hingga 1867, masyarakat memang memiliki kepercayana pada putri duyung dan jadi bagian dari budaya. 

"Saya pikir ini dibuat untuk diekspor ke Eropa selama periode Edo atau untuk pertunjukan di Jepang," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabar Gembira, Suzume no Tojimari Segera Tayang di Indonesia!

Kabar Gembira, Suzume no Tojimari Segera Tayang di Indonesia!

Your Say | Jum'at, 17 Februari 2023 | 16:21 WIB

Lolos Fase Grup, Ini 8 Negara yang Melaju ke Perempat Final BAMTC 2023

Lolos Fase Grup, Ini 8 Negara yang Melaju ke Perempat Final BAMTC 2023

Your Say | Jum'at, 17 Februari 2023 | 15:51 WIB

Daftar Pemain Timnas Jepang di Piala Asia U-20 2023, Ada Pemain Barcelona

Daftar Pemain Timnas Jepang di Piala Asia U-20 2023, Ada Pemain Barcelona

Bola | Jum'at, 17 Februari 2023 | 03:05 WIB

Gaya Hot Marion Jola Berbalut Kain di Pinggir Kolam Renang, Titisan Putri Duyung

Gaya Hot Marion Jola Berbalut Kain di Pinggir Kolam Renang, Titisan Putri Duyung

Lifestyle | Kamis, 16 Februari 2023 | 12:41 WIB

Hadaka Matsuri, Festival di Jepang yang Hanya Boleh Didatangi Orang Dewasa, Kenapa?

Hadaka Matsuri, Festival di Jepang yang Hanya Boleh Didatangi Orang Dewasa, Kenapa?

Blitz | Rabu, 15 Februari 2023 | 21:18 WIB

Terkini

BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara soal Video Calon Pegawai Jalan di Atas Bara Api

BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara soal Video Calon Pegawai Jalan di Atas Bara Api

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:52 WIB

Dokter yang Tangani Sutrimo Bakal Diperiksa! Polisi Dalami Dugaan Tewas Mulut Berbusa

Dokter yang Tangani Sutrimo Bakal Diperiksa! Polisi Dalami Dugaan Tewas Mulut Berbusa

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:51 WIB

Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog

Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:46 WIB

Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban

Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:41 WIB

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:36 WIB

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan

Jogja | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:31 WIB

×