Busa Semprot, Teknologi "Tercanggih" di Piala Dunia 2014?

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2014 | 11:11 WIB
Busa Semprot, Teknologi "Tercanggih" di Piala Dunia 2014?
Wasit menyemprotkan 'busa menghilang' dalam laga Italia vs Inggris, Sabtu (14/6/2014). [Reuters/Ivan Alvarado]

Suara.com - Setelah cukup lama dibahas dan jadi perbincangan, teknologi garis gawang akhirnya resmi dipergunakan di Piala Dunia (PD) 2014. Teknologi yang bertujuan membantu menentukan bola sudah masuk gawang (gol) atau belum, itu pun sudah dipakai wasit dalam laga Prancis versus Honduras di Grup E.

Tapi mungkin, bukan teknologi rumit yang memaksimalkan fungsi belasan kamera itu yang saat ini menyedot perhatian penonton. Justru sebaliknya, sebuah teknologi "sederhana" yang sudah resmi dipakai sejak laga pembuka Brasil kontra Kroasia, yaitu busa semprotan pembuat tanda garis, yang jadi perhatian banyak pecinta sepakbola dunia.

Ya, disebut canggih mungkin memang tidak tepat, tetapi jelas sangat efektif. Setidaknya, hal itu sudah diakui oleh banyak pihak sejak lama, terutama para wasit, pengurus asosiasi sepakbola, hingga pemain sendiri. Sekadar diketahui, benda yang kadang juga disebut "busa menghilang" (vanishing foam), ini memang bukan barang yang sama sekali baru, melainkan sudah dipergunakan sejak beberapa tahun lalu.

Sebagaimana ditulis Reuters, kaleng aerosol ukuran kecil yang bisa menyemprotkan bahan sejenis busa itu, memang sudah cukup lama populer di ajang sepakbola dan di kawasan Amerika khususnya. Liga Sepakbola Amerika Serikat (MLS) disebut sudah menggunakannya, demikian juga dengan turnamen Copa Libertadores dan Copa America 2011.

Berdasarkan catatan New York Times (NYT) pula, semprotan yang bahannya disebut tidak beracun ini, ditemukan dalam wujudnya sekarang oleh seorang jurnalis Argentina, Pablo Silva. Benda ini menjadi perhatian publik pertama kali pada tahun 2008, ketika dipergunakan oleh wasit dalam beberapa kompetisi negara Amerika Selatan, sebelum berikutnya meluas ke negara-negara dan kompetisi lain.

Busa semprotan ini disebut bisa digunakan di semua permukaan lapangan, serta dirancang segera menghilang (tak terlihat) dalam rentang 45 detik hingga 2 menit kemudian. Kegunaannya adalah membantu wasit memberi garis batas di lapangan untuk pagar betis saat menghadapi tendangan bebas (sesuai jarak 9,1 meter), dengan tujuan agar tidak dilanggar pemain sehingga tidak lagi membuang-buang waktu.

"Saya kira ini menjadikannya lebih mudah bagi para wasit dalam membuat keputusan. Mereka (wasit) memiliki tugas yang berat, dan saya rasa ini bisa membuat pertandingan dan tugas mereka jauh lebih ringan," komentar bek Amerika Serikat (AS), Fabian Johnson, seperti dikutip NYT.

"Ini merupakan peralatan vital untuk memastikan bahwa peraturan benar-benar diikuti," ungkap Howard Webb, wasit terkenal yang juga bertugas di PD Brasil tahun ini, sembari mengakui bahwa awalnya dia masih canggung membawa-bawa semprotan itu di pinggangnya saat bertugas.

"(Semprotan) Ini akan membantu kami dalam memastikan para pemain di posisi seharusnya saat tendangan bebas, yang pada akhirnya juga bisa memberi tim penyerang (penendang bebas) peluang lebih besar dalam menghasilkan sesuatu dari set piece tersebut," tutur Webb pula, sebagaimana dikutip BBC.

Tentu saja, sekali lagi, di luar bahwa busa semprot ini diakui efektif membantu wasit dalam menegakkan aturan dan mengurangi terbuangnya waktu, ini sebenarnya bukanlah sebuah karya teknologi canggih. Lagi pula, seperti dicatat NYT, busa ini bukan tidak punya kekurangan. Setidaknya, satu kejadian di mana busa tak bisa disemprotkan dalam cuaca dingin di salah satu laga MLS pada Desember lalu, menunjukkan perlu adanya solusi lebih lanjut. [Reuters/NYT/BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:49 WIB

Yadea Siapkan Gebrakan Motor Listrik Pintar Jarak Jauh di Pasar Indonesia Tahun Ini

Yadea Siapkan Gebrakan Motor Listrik Pintar Jarak Jauh di Pasar Indonesia Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:02 WIB

Kreativitas Anak Muda Indonesia Besar, Tapi Akses Teknologi Masih Jadi Tantangan

Kreativitas Anak Muda Indonesia Besar, Tapi Akses Teknologi Masih Jadi Tantangan

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:55 WIB

Kenapa Saya Memilih Menanam Cabai Saat Dunia Sedang Mengejar AI

Kenapa Saya Memilih Menanam Cabai Saat Dunia Sedang Mengejar AI

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 14:18 WIB

AI Dimanfaatkan Hacker, Phishing dan Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

AI Dimanfaatkan Hacker, Phishing dan Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:41 WIB

Bos Doran Group Ungkap Strategi Bangun Ekosistem Retail Teknologi, Siap Menuju IPO

Bos Doran Group Ungkap Strategi Bangun Ekosistem Retail Teknologi, Siap Menuju IPO

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2026 | 10:23 WIB

Lewat Immerzoa, Museum Zoologi Bogor Tampilkan Dunia Satwa Secara Imersif

Lewat Immerzoa, Museum Zoologi Bogor Tampilkan Dunia Satwa Secara Imersif

Foto | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:00 WIB

PSSI Buka Evaluasi Wasit Liga Indonesia, Erick Thohir Tekankan Transparansi

PSSI Buka Evaluasi Wasit Liga Indonesia, Erick Thohir Tekankan Transparansi

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:51 WIB

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

Bukan Nuklir, Senjata Paling Mematikan Perang AS-Iran Ini Bisa Bikin Dunia Hancur

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:41 WIB

Gara-gara Kritik Wasit, Rodri Didenda Rp1,6 Miliar

Gara-gara Kritik Wasit, Rodri Didenda Rp1,6 Miliar

Bola | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes

Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:30 WIB

Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!

Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:22 WIB

Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa

Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:12 WIB

Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus

Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:33 WIB

Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola

Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:25 WIB

Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot

Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:59 WIB

Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen

Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:42 WIB

Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola

Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola

Bola | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:29 WIB

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 20:15 WIB

Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR

Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:05 WIB