Tindas Palestina, Israel Berpeluang Disanksi FIFA Akhir Bulan Ini

Arsito Hidayatullah

Kamis, 21 Mei 2015 | 06:36 WIB
Tindas Palestina, Israel Berpeluang Disanksi FIFA Akhir Bulan Ini
Presiden FIFA Sepp Blatter bermain bola dengan beberapa anak Palestina, dalam kunjungan ke Dura al-Qar', wilayah Tepi Barat, Ramallah, Rabu (20/5/2015). [Reuters/Mohamad Torokman]

Suara.com - Otoritas sepakbola dunia FIFA bisa jadi akan mengambil suara untuk menjatuhi sanksi terhadap persepakbolaan Israel, terkait laporan tindak diskriminasi yang juga bernuansa rasis dan penindasan terhadap pesepakbola Palestina.

Sebagaimana diberitakan BBC, Rabu (20/5/2015), Asosiasi Sepakbola Palestina (PFA) telah melaporkan adanya sejumlah sikap diskriminasi sekaligus langkah penindasan oleh Asosiasi Sepakbola Israel (IFA). Tindakan seperti rasisme, penghalang-halangan aktivitas pemain dan pengaturan di mana klub harus berbasis, disebut merupakan pelanggaran aturan FIFA, dan PFA pun mengajukan dijatuhkannya sanksi terhadap Israel.

PFA bahkan telah mengajukan unutk menjatuhkan sanksi itu pada Kongres FIFA tanggal 29 Mei 2015 mendatang. Untuk diketahui, masalah serupa sebenarnya sudah pernah dibawa ke dalam agenda FIFA pada 2013 dan 2014 lalu, namun senantiasa tercapai kompromi yang akhirnya meloloskan Israel dari sanksi.

Kini, jika pihak Israel memang akhirnya dijatuhi sanksi, setidaknya klub-klub negara itu untuk sementara tidak akan bisa ikut serta di ajang bergengsi macam Liga Champions UEFA (di mana Israel bernaung). Israel juga otomatis tidak akan bisa ikut serta di Euro 2016 karenanya.

Sejauh ini, pihak Palestina rata-rata mengemukakan protes atas tiga tindakan utama Israel. Yang pertama yaitu bahwa pemain dan ofisial Palestina secara rutin dibatasi dalam beraktivitas yang pada akhirnya menyulitkan mereka menjalani pertandingan. Hal kedua, bahwa lima klub Palestina saat ini tergabung dalam Liga Israel yang dilaksanakan di lokasi permukiman pada wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat. Yang ketiga adalah keluhan bahwa IFA senantiasa menutup mata terhadap kasus-kasus rasisme yang menimpa pemain Palestina.

Menjawab klaim PFA itu, pihak Israel sejauh ini terkesan santai dan hanya berargumen bahwa mereka tidak bisa campur tangan atas kebijakan atau peraturan pemerintah di berbagai wilayah. Sebagaimana diketahui, di berbagai wilayah pendudukan Israel, orang Palestina kerap dibatasi pergerakannya, termasuk juga dalam membawa barang tertentu, dan itu tak terkecuali berlaku tehadap olahragawan.

"Saya rasa tidak ada asosiasi sepakbola mana pun di dunia yang dapat mengatur pemerintahnya dalam urusan keamanan, termasuk (dalam hal ini) Asosiasi Sepakbola Israel," ungkap Chief Executive IFA, Rotem Kamer, menjawab pengaduan tersebut.

Sementara itu di pihak lain, pejabat PFA bersikeras meneruskan tuntutannya dengan mendesak dijatuhkannya sanksi atas Israel.

"Kami tidak akan pernah menerima kompromi, kesepakatan atau perjanjian lagi di luar Kongres (FIFA)," ujar Presiden PFA, Jibril Rajoub.

"Jika pihak sana terus menyebabkan kami menderita, kami tak akan menggunakan kekerasan maupun senjata. Kami menggunakan langkah hukum sesuai dengan Statuta FIFA. Ini tak ada kaitannya dengan politik, ini adalah masalah olahraga," tambahnya menegaskan.

Pada Selasa (19/5) lalu, Presiden FIFA Sepp Blatter, bahkan telah coba membicarakan masalah ini dengan PM Israel Benjamin Netanyahu. Lantas sehari kemudian, Blatter ganti bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang juga didampingi oleh Rajoub.

Di kesempatan itulah, Rajoub menegaskan bahwa mereka tetap mendesak FIFA mengambil opsi sanksi atas Israel tersebut. Namun sementara itu, Blatter yang lebih cenderung pada opsi kompromi, punya ide lain berupa sebuah ajang pertandingan persahabatan antara timnas kedua negara di Zurich (markas FIFA), yang menurutnya bakal turut dihadiri Netanyahu jika jadi diadakan --meski entah kapan. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paus Fransiskus Sebut Presiden Palestina 'Malaikat Perdamaian'

Paus Fransiskus Sebut Presiden Palestina 'Malaikat Perdamaian'

News | Minggu, 17 Mei 2015 | 02:26 WIB

Begini Cara Israel Kendalikan Tepi Barat

Begini Cara Israel Kendalikan Tepi Barat

News | Minggu, 10 Mei 2015 | 22:41 WIB

Serang FIFA, Maradona: Blatter Tidak Tahu Apa-apa

Serang FIFA, Maradona: Blatter Tidak Tahu Apa-apa

Bola | Selasa, 05 Mei 2015 | 11:00 WIB

Kisruh Berlanjut, FIFA Akan Datangi PSSI

Kisruh Berlanjut, FIFA Akan Datangi PSSI

Bola | Minggu, 03 Mei 2015 | 00:27 WIB

Terkini

4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah

4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Komnas HAM Soroti Sejumlah Poin dalam Draf Revisi UU HAM

Komnas HAM Soroti Sejumlah Poin dalam Draf Revisi UU HAM

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

TEN Resmi Jadi Duta Global, Kampanye Barunya Angkat Gaya Hidup Modern

TEN Resmi Jadi Duta Global, Kampanye Barunya Angkat Gaya Hidup Modern

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:15 WIB

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×