Jatuh Korban Jiwa, Menpora Bakal Undang Para Pentolan Suporter

Syaiful Rachman, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 28 Juli 2017 | 19:33 WIB
Jatuh Korban Jiwa, Menpora Bakal Undang Para Pentolan Suporter
Menpora Imam Nahrawi menggelar jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (28/7/2017) [Suara.com/Adie Prasetyo]

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan bakal mengundang perwakilan suporter di Indonesia serta PSSI terkait meninggalnya Ricko Andrean, Bobotoh yang dikeroyok oleh sesama Bobotoh. Pada pertemuan itu, Imam ingin mendengar keluhan dari para suporter tersebut.

Menteri asal Bangkalan, Madura, itu mengecam keras peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dia tidak ingin kejadian tersebut kembali terulang di kemudian hari.


"Pemerintah betul-betul memberikan peringatan yang keras agar peristiwa ini tidak terulang kembali, agar persatuan dari sepak bola yang kita harapkan bisa terwujud. Ini menjadi tanggung jawab kita semua baik pemerintah, PSSI, operator, klub, orang tua, dan seluruh suporter di tanah air," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

"Tidak boleh lagi ada korban jiwa, kejadian itu tidak boleh menimpa kita, keluarga kita, dan teman-teman kita. Cukuplah, sahabat terbaik kita Ricko yang menjadi korban terakhir dari emosi yang meluap-luap dan dendam bertahun-tahun dari beberapa pihak suporter," tegasnya.

Dalam waktu dekat, Imam mengatakan bakal mengundang perwakilan suporter serta PSSI untuk menggelar diskusi bersama. Dalam diskusi tersebut akan dibicarakan jalan keluar bagaimana cara agar tidak adanya lagi korban jiwa.

"Dalam waktu dekat pemerintah akan mengundang pimpinan suporter, PSSI, aparat keamanan, dan pemilik klub. Kami akan berdiskusi bersama mencari jalan keluar, kami bakal namakan 'Islah Nasional Suporter Indonesia'," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Ricko meninggal dunia usai dikeroyok oknum Bobotoh yang mengira dirinya adalah seorang Jakmania, pendukung Persija Jakarta. Sempat mendapatkan perawatan beberapa hari di rumah sakit, nyawa pemuda berusia 22 tahun itu tidak tertolong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lakoni Derby Patriot, The Guardian Siap Lumat Macan Kemayoran

Lakoni Derby Patriot, The Guardian Siap Lumat Macan Kemayoran

Bola | Jum'at, 28 Juli 2017 | 18:17 WIB

Kasus Wafatnya Ricko, Menpora: Tak Boleh Lagi Ada Nyawa Hilang

Kasus Wafatnya Ricko, Menpora: Tak Boleh Lagi Ada Nyawa Hilang

Bola | Jum'at, 28 Juli 2017 | 04:44 WIB

Tragedi Wafatnya Ricko, Fans Mitra dan Persiba Deklarasi Damai

Tragedi Wafatnya Ricko, Fans Mitra dan Persiba Deklarasi Damai

Bola | Jum'at, 28 Juli 2017 | 03:33 WIB

Bobotoh Tewas Dikeroyok, PSSI Kecam Kekerasan Antar Suporter

Bobotoh Tewas Dikeroyok, PSSI Kecam Kekerasan Antar Suporter

Bola | Kamis, 27 Juli 2017 | 21:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×