Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Vania Rossa

Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
Tenda pengungsian sementara korban bencana gempa di Flores, NTT. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Gempa 7,7 magnitudo di NTT pada 15 Agustus 2026 menyebabkan warga pengungsian membutuhkan air bersih, layanan kesehatan, dan komunikasi.
  • Amartha Empower melalui kampanye Solidaritas untuk NTT menyalurkan bantuan darurat bagi sekitar 59 ribu mitra di sejumlah wilayah Flores.
  • Tahap pemulihan ekonomi pascabencana difokuskan untuk menghidupkan kembali usaha kecil dan UMKM yang terdampak melalui asesmen lapangan lanjutan.

Suara.com - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya.

Memasuki masa tanggap darurat, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berkaitan dengan pangan dan tempat tinggal sementara. Akses air bersih, layanan kesehatan, sanitasi, komunikasi, hingga kebutuhan bayi dan anak-anak juga menjadi bagian penting yang perlu segera dipenuhi.

Di sejumlah lokasi pengungsian, ketersediaan air bersih dibutuhkan untuk kebutuhan minum maupun aktivitas sehari-hari. Penyediaan tandon atau toren dan distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat membantu warga selama masih berada di tempat pengungsian.

Kebutuhan kesehatan juga menjadi perhatian. Selain layanan dokter umum dan obat-obatan, warga membutuhkan perlengkapan kebersihan atau hygiene kit untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah situasi pascabencana.

Sanitasi dan fasilitas mandi turut menjadi kebutuhan penting, terutama ketika warga harus tinggal sementara di lokasi pengungsian dengan fasilitas terbatas. Sementara bagi keluarga yang memiliki bayi dan anak-anak, kebutuhan khusus seperti baby kit juga diperlukan.

Kebutuhan lain yang tak kalah penting adalah akses komunikasi. Kerusakan atau keterbatasan jaringan di sejumlah wilayah dapat menyulitkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun mengakses informasi. Karena itu, pemancar sinyal menjadi salah satu dukungan yang dibutuhkan untuk membuka kembali akses komunikasi.

Selain kebutuhan darurat tersebut, pemulihan penghidupan masyarakat juga perlu mulai dipikirkan sejak masa tanggap darurat. Banyak warga di wilayah terdampak menggantungkan pendapatan dari usaha kecil dan aktivitas ekonomi lokal.

Data lapangan menunjukkan sebanyak 64 persen mitra masih memiliki usaha yang berpotensi pulih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kebutuhan dasar warga telah terpenuhi.

Salah satu upaya yang dilakukan Amartha Empower melalui kampanye “Solidaritas untuk NTT” mencakup pemenuhan kebutuhan darurat sekaligus persiapan dukungan untuk pemulihan penghidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.

baca juga

Berdasarkan data lapangan, terdapat sekitar 59 ribu mitra di NTT, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, Ngada, dan Sikka. Jejaring tersebut memungkinkan tim melihat kondisi serta kebutuhan masyarakat secara lebih dekat setelah bencana.

Pemulihan Ekonomi Jadi Tahap Berikutnya

Setelah kebutuhan darurat tertangani, pemulihan akan berlanjut pada tahap recovery dan resilience. Asesmen bersama masyarakat diperlukan untuk menentukan dukungan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Kebutuhan tersebut dapat mencakup upaya menghidupkan kembali usaha dan perdagangan, membuka akses pasar, memperbaiki transportasi, mendukung irigasi, hingga memulihkan rantai pasok yang terdampak bencana.

Gigih Septianto, Head of Amartha Empower menyampaikan, “Hasil asesmen akan menentukan dukungan berikutnya, mulai dari membantu usaha dan perdagangan kembali berjalan hingga mendukung kebutuhan yang berkaitan dengan akses pasar, transportasi, irigasi, dan rantai pasok. Kebutuhan modal bagi para UMKM yang juga terdampak untuk segera kembali menjalankan usahanya,”

Pemulihan ekonomi menjadi penting karena bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari usaha kecil, kondisi pascabencana dapat berdampak panjang terhadap pendapatan keluarga.

“Dalam situasi bencana, kebutuhan setiap wilayah dan kelompok masyarakat bisa berbeda. Karena itu, bagi kami penting untuk memahami apa yang paling dibutuhkan masyarakat di lapangan. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga bangkit melanjutkan penghidupan,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Fokus Atasi Kebutuhan Dasar

Jateng Kembali Kirim Bantuan Korban Gempa NTT, Fokus Atasi Kebutuhan Dasar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan

Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×