Tolak Panggilan Timnas Montenegro, Spaso: Saya Cinta Indonesia

Rizki Nurmansyah | Adie Prasetyo Nugraha
Tolak Panggilan Timnas Montenegro, Spaso: Saya Cinta Indonesia
Bhayangkara FC perkenalkan striker baru mereka kelahiran Montenegro yang kini telah berstatus WNI, Ilija Spasojevic (tengah). [Dok. Bhayangkara FC]

Berharap bisa secepatnya berseragam Timnas Indonesia.

Suara.com - Ilija Spasojevic berharap bisa secepatnya memperkuat tim nasional Indonesia. Maklum saja, Rabu (25/10/2017) kemarin, striker Bhayangkara FC ini resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Bahkan, pemain kelahiran Bar, Montenegro, 11 Maret 1987 ini memiliki impian bisa mencetak gol dengan menggunakan seragam Garuda.

"Ya, tentu ada keinginan besar bagi saya. Ada dua, pertama saya punya kebangsaan seperti keluarga saya, yaitu Indonesia. Lalu yang kedua saya bisa dipanggil timnas jika dibutuhkan. Jadi tidak ada lagi halangan kalau dibutuhkan saya siap. Karena itu mimpi saya bisa bermain di Timnas Indonesia dan mencetak gol untuk timnas," kata dia di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (26/10/2017).

Peluang Spaso, sapaan akrab Ilija Spasojevic, perkuat Timnas Indonesia masih terbuka lebar. Sebab, sang pemain belum pernah memperkuat timnas senior di negara tanah kelahirannya, yakni Montenegro.

Spaso tercatat hanya pernah membela tim nasional Montenegro di level junior. Masing-masing yakni Timnas Yugoslavia U-17, U-19, dan Serbia-Montenegro U-21.

Spaso pun mengaku pernah menolak ajakan masuk ke Timnas Montengero untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia. Pemain yang pernah berseragam PSM Makassar itu menolak dengan alasan lebih memilih Indonesia.

"Saat saya dapat penghargaan Sepatu Emas kala saya bermain untuk Malaka United (di Malaysia), saya mendapat panggilan dari Timnas Montenegro karena mereka senang saya dapat mencetak 27 gol. Mereka juga bilang saya masuk dalam rencana mereka untuk kualifikasi Piala Dunia," ujar Spaso, menceritakan.

"Tetapi saya kenal dengan orang sana, saya jelaskan dengan baik bahwa saya mau tunggu panggilan dari Indonesia, karena keluarga saya di sini, saya pun mencintai Indonesia."

"Saya tadi malam sudah menelpon mereka (Federasi Sepakbola Montenegro/FSCG) dan jangan sampai mereka tahu dari media. Maka saya langsung menelpon presiden federasi mereka (Dejan Savicevic, mantan pemain AC Milan era 1990-an--red) dan dia menerima dengan baik karena saya sudah lama di sini dan memiliki hubungan spesial dengan Indonesia," pungkasnya.

Peluang Spaso memperkuat Timnas Indonesia memang cukup terbuka. Namun, semua itu tergantung dari keputusan Pelatih Timnas Indonesia U-23 dan senior, Luis Milla Aspas.

Seperti diketahui, tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah dari pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018.

Di samping itu, tahun 2018 mendatang juga akan digelar turnamen Piala AFF, dimana pada penyelenggaraan terakhir di tahun 2016 silam, Indonesia keluar sebagai runner-up--kalah dari Thailand.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS