Bendahara PSSI Penuhi Panggilan Satgas Anti Mafia Bola

Reky Kalumata | Yosea Arga Pramudita
Bendahara PSSI Penuhi Panggilan Satgas Anti Mafia Bola
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. (Suara.com/ Walda Marison)

Pemanggilan Berlinton Siahaan tersebut terkait dugaan kasus pengaturan skor

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola kembali memanggil Bendahara Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Berlington Siahaan pada Senin (14/1/2019). Berlinton akan menjalini pemeriksaan terkait dugaan pengaturan skor Liga 2 dan Liga 3 2018 di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Ya, sedang menjalani pemeriksaan," kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola,Kombes Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (14/1/2019).

Argo mengatakan, Berlinton tiba di lokasi pada pukul 11.30 WIB. Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut datang didampingi bersama pengacara dari Biro Hukum PSSI.

"Datang bersama pengacara dari Biro Hukum PSSI," jelasnya.

Sebelumnya, Bendahara Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Berlinton Siahaan batal memenuhi panggilan Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola sebagai saksi soal dugaan pengaturan skor dalam ajang Liga 2 dan Liga 3 2018. Pemanggilan terhadap Berlinton sebelumnya diagendakan pada Selasa (8/1/2019).

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, Berlinton tak dapat memenuhi panggilan lantaran tengah pergi ke luar negeri. Hal tersebut berdasarkan surat yang diterima Satgas Anti Mafia Bola dari pengacara bendahara PSSI tersebut.

"Bendahara PSSI hari ini tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang keluar negeri," ujar Argo saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

Argo menambahkan pemanggilan ulang terhadap Berlington kembali dijadwalkan pada pekan depan. "Sesuai surat dari pengacaranya minta reschedule minggu depan," tambahnya.

Satgas Mafia Bola telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor, yakni, mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal, dan wasit Nurul Safarid.

Seperti diketahui, penyidik Satgas Anti Mafia Bola telah menaikan kasus dugaan penipuan atau penyuapan terkait laporan salah satu manajer klub sepakbola di Jawa Tengah berinisial LI dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Laporan tersebur teregister dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM, tanggal 19 Desember 2018, Tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan Atau Penggelapan dan atau Tindak Pidana Suap dan atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU RI No.11 Tahun 1980 ttg Tindak Pidana Suap dan atau pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS