Apa yang Akan Dibahas FIFA Saat ke Indonesia? Ini Jawaban Sesmenpora

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Apa yang Akan Dibahas FIFA Saat ke Indonesia? Ini Jawaban Sesmenpora
Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Boroto di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jum'at (1/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Delegasi FIFA akan berkunjung ke Indonesia pada 10-11 April 2019.

Suara.com - Delegasi FIFA akan berkunjung ke Indonesia pada 10-11 April 2019. Hal utama diketahui setelah adanya surat elektronik yang dikirimkan FIFA kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto.

Surat tersebut ditandatangani oleh Head of Member Associations Governance Services Secretary General Division, Lucia Nicola.

Sebagai informasi, komunikasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan FIFA bermula saat Presiden FIFA, Gianni Infantino mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan apresiasi pada 30 Januari 2019.

Kemudian, surat tersebut diteruskan kepada Menpora Imam Nahrawi. Kemudian, Imam meminta kepada Gatot untuk membalas surat tersebut pada 5 Februari 2019.

Tidak membutuhkan waktu lama, FIFA membalas surat yang dikirimkan Gatot tersebut. Dalam surat balasan tersebut disebutkan bahwa delegasi FIFA dan AFC akan menyambangi Indonesia untuk membantu permasalahan yang menimpa PSSI belakangan ini.

Gatot mengatakan dalam pertemuan itu nantinya akan ada update seperti kinerja Satgas Antimafia Bola dan Kongres Luar Biasa yang segera akan dilakukan.

"Pertama, kami akan update soal kinerja Satgas Antimafia Bola. Lalu yang kedua, kami ingin bertanya poin soal PSSI akan gelar KLB (Kongres Luar Biasa), apakah sudah ada komunikasi dengan FIFA dan sejauh mana?," kata Gatot.

Bukan hal yang tidak mungkin FIFA ataupun AFC berkunjung ke Indonesia karena situasi PSSI yang sedang runyam. Namun, uniknya justru FIFA meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk berkomunikasi dengan PSSI.

Padahal, sebelumnya PSSI selalu berkata ingin berkomunikasi dengan FIFA untuk meminta restu sebelum dimulainya Kongres Luar Biasa.

Sebagaimana diketahui, petinggi-petinggi PSSI banyak yang ditanggap oleh Satgas Antimafia Bola karena diduga terlibat dalam kasus match fixing.

Bahkan, Plt ketua Umum PSSI Joko Driyono juga ditahan karena terlibat dalam kasus perusakan barang bukti yang diduga berkaitan dengan pengaturan skor.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS