CFA Bersih-bersih Besar, Eks Ketua hingga Mantan Pelatih Timnas China Kena Larangan Seumur Hidup

Irwan Febri

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:17 WIB
CFA Bersih-bersih Besar, Eks Ketua hingga Mantan Pelatih Timnas China Kena Larangan Seumur Hidup
bendera China [antara]
baca 10 detik
  • CFA melarang seumur hidup 73 individu, termasuk mantan petinggi dan pelatih, karena praktik korupsi seperti suap dan pengaturan skor.
  • Sebanyak 13 klub profesional juga dijatuhi sanksi pengurangan poin dan denda signifikan oleh CFA terkait pelanggaran etika olahraga.
  • Sanksi tegas ini sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi nasional Tiongkok yang digalakkan pemerintah pusat sejak tahun 2012.

Suara.com - Persatuan Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan sanksi tegas pada pekan lalu dengan melarang 73 individu terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola seumur hidup, serta memberikan hukuman kepada 13 klub profesional.

Langkah ini mencakup mantan petinggi CFA hingga eks pelatih timnas China, sebagai bagian dari upaya besar-besaran untuk membersihkan praktik korupsi di sepak bola negeri Tirai Bambu.

Media pemerintah China melaporkan bahwa hukuman tersebut dijatuhkan atas pelanggaran berat terhadap prinsip dan etika sportivitas. Pelanggaran yang dimaksud meliputi praktik suap, pengaturan hasil pertandingan, hingga keterlibatan dalam judi sepak bola.

Sejumlah tokoh penting yang terkena larangan permanen antara lain Chen Xuyuan, mantan ketua CFA, serta Li Yuyi dan Du Chaochai yang pernah menjabat sebagai wakil ketua. Nama lain yang turut disanksi adalah Liu Yi, mantan sekretaris jenderal CFA.

Selain itu, Li Tie, yang pernah menjabat sebagai pelatih Timnas China pada periode Januari 2020 hingga Desember 2021, juga menerima larangan seumur hidup dari dunia sepak bola. Ia sebelumnya telah divonis hukuman penjara selama 20 tahun pada akhir 2024 setelah terbukti menerima suap senilai 16 juta dolar AS atau sekitar Rp268 miliar.

Secara keseluruhan, ke-73 individu tersebut dinyatakan bersalah karena menerima dan memberi suap, terlibat perjudian, serta memanipulasi hasil pertandingan yang bertentangan dengan prinsip fair play.

Untuk kalangan pemain, sanksi diberikan atas perilaku tidak profesional di lapangan, termasuk tidak bermain secara serius dan melanggar etika olahraga. Beberapa nama yang disebut antara lain Bai Yuefeng (eks Tianjin TEDA), Li Fei (eks Shenzhen FC), serta Hao Qiang (eks Zhejiang Yiteng).

Sementara itu, CFA juga menjatuhkan hukuman berupa pengurangan poin antara tiga hingga sepuluh poin, serta denda berkisar 200 ribu hingga satu juta RMB atau sekitar Rp483 juta hingga Rp2,41 miliar kepada 13 klub liga profesional musim 2026.

Klub-klub tersebut meliputi Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, Qingdao Manatee, Wuhan Three Towns, Shandong Taishan, Henan FC, Zhejiang Professional, Shanghai Harbor, Beijing Guoan, Meizhou Hakka, Changchun Yatai, Suzhou Soochow, dan Ningbo Professional.

baca juga

Melalui pernyataan resmi di akun Weibo, CFA menegaskan komitmen untuk menjalankan kebijakan nol toleransi terhadap pelanggaran, serta mengimbau seluruh pemain dan klub lain agar menjadikan kasus ini sebagai peringatan serius.

Langkah CFA ini selaras dengan kampanye pemberantasan korupsi yang dicanangkan Presiden Xi Jinping sejak 2012 dan menyasar berbagai sektor.

Komisi Pusat Inspeksi Disiplin bersama Komisi Pengawasan Nasional China melaporkan bahwa sepanjang 2025, sebanyak 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi serta 983 ribu orang telah dijatuhi hukuman dalam kasus-kasus korupsi.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora

Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Terjangkau, Inilah Harga Tiket Nonton Uji Coba Timnas Indonesia U-17

Terjangkau, Inilah Harga Tiket Nonton Uji Coba Timnas Indonesia U-17

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:42 WIB

5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly

5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:10 WIB

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:47 WIB

Drama China Unforgettable Love: Keluarga Lahir dari Kasih Sayang

Drama China Unforgettable Love: Keluarga Lahir dari Kasih Sayang

Your Say | Rabu, 04 Februari 2026 | 17:00 WIB

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China

Bola | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×