Teco Maklumi Situasi Persija yang Tak Bisa Gelar Laga Kandang

Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Teco Maklumi Situasi Persija yang Tak Bisa Gelar Laga Kandang
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco (kanan). [Antara]

Stefano Cugurra Teco yang musim lalu membawa Persija juara Liga 1, musim ini menukangi Bali United.

Suara.com - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco memaklumi situasi mantan timnya, Persija Jakarta yang belum bisa menggelar pertandingan kandang di Liga 1 2019. Pasalnya, ia pernah merasakan hal yang sama saat masih menukangi Persija.

Seperti diketahui, pertandingan pekan ketiga Liga 1 2019 antara Bali United vs Persija yang akan dihelat Jumat (31/5/2019) malam harusnya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dengan Persija bertindak sebagai tuan rumah.

Namun fixture ini harus di-switch, dengan Bali United menjadi tuan rumah lebih dahulu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, lantaran situasi Jakarta yang dinilai belum kondusif pasca pengumuman hasil Pilpres 2019. 

"Kamu pasti tahu sebagai wartawan, situasi di Jakarta tidak kondusif. Saya juga tahu, tim Persija mungkin setiap tahun ada masalah seperti ini," tutur Teco kepada awak media, dalam jumpa pers jelang pertandingan pekan ketiga Liga 1 2019. 

Pelatih berdarah Brasil tersebut pun sedikit menceritakan soal bagaimana sulitnya Macan Kemayoran --julukan Persija-- ketika tidak dapat izin menggelar laga kandang. Kerugian banyak didapat oleh Ismed Sofyan dan kawan-kawan. 

"Mereka (Persija) tidak dapat izin dari polisi main di sana (Jakarta), tahun kemarin saya pelatih di sana, saya tahu situasinya. Ada beberapa pertandingan yang tak diizinkan oleh polisi, kita minta tukar seperti sekarang. Tapi, waktu itu tim lawan tidak mau, mereka Persib dan Persebaya. Waktu itu tak bisa tukar tempat, Persija terpaksa main di (Stadion) PTIK, di tempat netral tanpa suporter," celoteh Teco. 

"Ini sangat rugi karena sepakbola adalah bisnis. Sepakbola harus ada suporter. Stadion penuh, manajemen dapat uang. Waktu itu dua klub tidak mau, tahun ini kita di sini (Bali United) tahu masalah di sana," sambungnya. 

Teco sendiri yakin Persija kini tidak akan mengalami kerugian setelah Bali United mau bertukar status kandang. Sebab, Persija masih bisa melakoni laga kandang di paruh kedua musim Liga 1 2019. 

"Saya sudah tahu putusan PT Liga Indonesia Baru (LIB), ini bagus buat dua tim. Bagus buat kami, bagus juga buat Persija karena tidak rugi, di putaran kedua nanti bisa main home di Jakarta. Lebih fair buat dua tim, jadi tak masalah," pungkasnya.

Teco sendiri pada musim lalu sukses membawa Persija kampiun Liga 1. Namun karena satu dan lain hal, Teco memilih pindah haluan untuk membesut Bali United di Liga 1 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS