Belajar Bahasa Jerman, Mourinho Buka Kans Melatih di Bundesliga

Rully Fauzi
Belajar Bahasa Jerman, Mourinho Buka Kans Melatih di Bundesliga
Jose Mourinho saat masih menukangi Manchester United. [Lindsey Parnaby / AFP]

Mourinho hingga kini masih menganggur usai dipecat Manchester United pada akhir tahun lalu.

Suara.com - Pelatih top kawakan, Jose Mourinho masih menganggur hingga detik ini setelah dipecat Manchester United pada akhir Desember 2018 lalu.

Padahal sebelumnya di beberapa kesempatan, Mourinho telah menyuarakan hasratnya untuk segera kembali ke dunia kepelatihan.

Juru taktik asal Portugal itu pun sempat dikaitkan dengan tim-tim kenamaan Eropa, mulai dari Inter Milan, Juventus, AS Roma, Benfica, PSG, Olympique Lyon, AS Monaco, Celtic, Everton, Newcastle United, hingga dua tim asal Jerman, Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Dalam beberapa kesempatan wawancara terakhir, Mourinho menyebut jika dirinya kini lebih mengutamakan kebahagian dan kenyamanannya dalam melatih, ketimbang asal menerima pekerjaan hanya demi target meraih trofi demi trofi.

Pelatih berusia 56 tahun itu juga mengaku sabar menunggu tawaran dan proyek yang benar-benar tepat alias cocok, sebelum menerima pekerjaan menukangi sebuah tim.

Mourinho sendiri sudah berpengalaman melatih klub-klub top Eropa, sebagaimana ia pernah sukses besar di Inggris, Italia, Spanyol dan juga Portugal.

Dari lima liga top Eropa, Mourinho hanya belum pernah melatih di Liga Jerman dan Prancis.

Yang menarik, dalam wawancara teranyarnya, Mourinho secara blak-blakan mengaku tengah belajar bahasa Jerman. Ia pun membuka kans untuk melanjutkan karier kepelatihannya di Jerman.

Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho. [Oli SCARFF / AFP]
Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho. [Oli SCARFF / AFP]

"Jelas saya merindukan sepakbola. Adrenalinnya, lapangannya, pekerjaan saya. Sepakbola adalah sepakbola," ucap Mourinho kepada Gazzetta dello Sport.

"Sejujurnya sekarang saya sedang belajar bahasa Jerman. Saya dulu tak tahu bahasa ini, tapi saya sekarang tengah belajar. Saya bisa berbicara dalam bahasa Inggris, Spanyol, Portugal, Italia dan Prancis, tapi tidak Jerman," lanjut pelatih berjuluk The Special One.

"Melatih di Jerman? Ke depannya tak ada yang tahu. Saya tak mengesampingkan apapun, termasuk melatih di Jerman. Saya sudah bilang kalau Bundesliga itu kompetisi yang kompetitif. Kita lihat saja nanti," tandasnya.

Jika bicara Bundesliga, maka Bayern Munich dan Borussia Dortmund jelas merupakan dua tim paling elite di kompetisi tersebut.

Meski posisinya dikabarkan sempat goyah, nyatanya Bayern saat ini masih mempercayakan posisi pelatih kepala tim kepada Niko Kovac.

Sementara itu, Dortmund rupanya masih percaya pada Lucien Favre meski klub berjuluk Die Borussen itu akhirnya gagal total di semua kompetisi pada musim lalu. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS