Buntut Persoalan Bury FC, Stephen Dawson Terancam Tak Punya Rumah

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Buntut Persoalan Bury FC, Stephen Dawson Terancam Tak Punya Rumah
Gelandang Bury FC, Stephen Dawson. (PAUL ELLIS / AFP)

Bury FC dilaporkan bangkrut oleh Federasi Sepak Bola Inggris (EFL).

Suara.com - Gelandang Bury FC, Stephen Dawson terancam kehilangan rumah yang telah dia tempati di salah satu bagian Kota Inggris. Pasalnya, klub yang dia kawal selama dua tahun itu bangkrut dan didepak dari kompetisi sepak bola Inggris oleh Federasi Sepak Bola Inggris (EFL).

The Shakers tak dapat menunjukkan hasil pengeluaran dan pemasukan klub ke federasi sepak bola terkait. Sejatinya, manajemen Bury FC diberi batas waktu hingga Selasa pukul 17.00 waktu setempat untuk melengkapi sayarat-syarat agar tetap bisa berkompetisi di League One. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, manajemen gagal dan EFL mendepat klub dari pagelaran sepak bola yang ada di tanah Britania Raya.

Persoalan tersebut berimbas kepada sejumlah elemen yang ada di dalam klub, salah satunya pemain. Stephen Dawson misalnya, menjadi salah seorang pemain yang terancam tak akan memiliki tempat tinggal selama berkarier di dunia sepak bola.

"Saya sudah ke penagihan klub pagi ini dan itu adalah akhirnya," ungkap Dawson saat berbicara dengan talksport, dikutip dari The Sun, Kamis (29/8/2019).

Salah satu penampakan Stadion Gigg Lane milik Bury FC, yang ditutup manajemen setempat. (Instagram/@buryfcofficial)
Salah satu penampakan Stadion Gigg Lane milik Bury FC, yang ditutup manajemen setempat. (Instagram/@buryfcofficial)

"Tidak ada cara itu sekarang untuk saya, saya telah memainkan seluruh karier saya dan meletakkan segalanya di rumah dan memberi awal kehidupan bagi anak-anak saya ketika mereka berusia 18 tahun, termasuk untuk setoran rumah dan uang pendidikan mereka," tuturnya.

"Saya tak memiliki mobil mewah atau pakaian mewah karena saya tak pernah menghasilkan ribuan (uang banyak) seperti pemain bola lain yang benar-benar mereka dapatkan," tambah Dawson.

"Saya melakukannya hanya untuk keluarga dan saya sendiri tetap berkarier karena (sepak bola) saya menyukainya, namun hal itu menjadi memilukan saat ini. Bagaimana saya mengatakan kepada gadis kecil saya jika mereka harus meninggalkan rumah tempat mereka dibesarkan?" keluhnya.

"Sejujurnya saya masih berjuang untuk berdamai dengan keadaan saat ini," pungkas Dawson.

Terpisah, klub yang bermain di kasta ketiga Liga Inggris itu dilaporkan masih berupaya mencari jalan lain untuk tetap hidup. Kendati demikian belum ada laporan detail bagaimana manajemen mengambil langkah untuk mengembalikan klub ke dalam kompetisi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS