Akuisisi Klub Italia, Pengusaha Indonesia Ini Ingin Jadikan Seperti Ajax

Galih Priatmojo
Akuisisi Klub Italia, Pengusaha Indonesia Ini Ingin Jadikan Seperti Ajax
Stadion milik klub Como 1907. [@calcio_como / Instagram]

Ia jadi pengusaha Indonesia kedua yang jadi pemilik klub Liga Italia setelah Erick Thohir.

Suara.com - Satu lagi pengusaha asal Indonesia yang mencoba peruntungan dalam bisnis sepak bola dunia. Setelah Erick Thohir yang sempat jadi pemilik Inter, kini giliran Robert Budi Hartono yang disebut telah jadi pemilik baru klub Como 1907.

Akuisisi klub divisi tiga Liga Italia itu dilakukan oleh bos Djarum tersebut melalui jaringan usahanya yang bermarkas di Inggris yakni Sent Entertainment.

Seperti dikutip dari Football Italia, Sent Entertaiment menunjuk Michale Gandler yang punya track record bagus di Inter Milan untuk memimpin Como 1907.

Gandler yang juga pernah menjabat seabagai wakil presiden Liga Amerika (MLS) mengungkapkan bahwa Como 1907 diproyeksikan sebagai klub papan atas serupa Ajax Amsterdam yang musim lalu tampil mencuri perhatian di Liga Champions. Ia menyebutnya sebagai "Ajax Digital.

Tak hanya itu Sent Entertaiment berambisi membuat Como 1907 bisa menjelma jadi klub kuat menyaingi tim-tim besar di Serie A seperti AS Roma hingga Inter.

"Ini akan jadi investasi baru dengan pendekatan tradisional. Kami ingin memberikan kedekatan dengan tim utama dan kesempatan untuk bermain di atmosfer Serie A. Begitulah sampai Como kembali ke Serie A," ungkapnya.

"Kami ingin menghadirkan antusiasme dan pengalaman. Kami yakin dapat membangun masa depan yang cerah untuk klub. Tujuan kami menciptakan sesuatu yang dapat dibanggakan oleh penggemar kami dan membawa klub agar bisa lebih dikenal di dunia internasional," jelasnya.

"Kota Como terkenal di seluruh dunia karena keindahannya. Tujuan kami membuat Como 1907 sebagai representasi kota menjadi lebih terhormat secara luas," tukasnya.

Klub yang pernah diperkuat Daniel Fonseca dan Gianluca Zambrotta ini terakhir berlaga di Serie A yakni pada musim 2002/2003.

Namun kondisi keuangan yang kurang sehat membuat tim yang bermarkas di Giuseppe Sinigaglia itu harus terdepak dari kompetisi elit Italia setelah dinyatakan bankrut pada 2016.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS