Fakhri Husaini Berharap Pemain Timnas U-19 Dapat Jatah Main di Liga 1

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Fakhri Husaini Berharap Pemain Timnas U-19 Dapat Jatah Main di Liga 1
Pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini saat memberikan keterangan pers usai laga uji coba kontra Tira-Persikabo di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (12/10/2019) [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha].

Timnas Indonesia U-19 akan dihadapkan dengan dua turnamen besar dan bergengsi.

Suara.com - Fakhri Husaini berharap adanya kesempatan bermain diberikan kepada para pemain timnas Indonesia U-19 di Liga 1 2019. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menurunkan mereka.

Juru taktik timnas Indonesia U-19 itu mengaku hal tersebut perlu dilakukan agar mental bermain Bagus Kahfi dan kawan-kawan bisa meningkat.

Apalagi, skuat Garuda Nusantara --julukan timnas Indonesia U-19-- akan dihadapkan dengan kejuaraan bergengsi seperti Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 2021.

Pemain Timnas Indonesia U-19 Amiruddin Bagus Alfikri (tengah) bersama rekannya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Hong Kong U-19 dalam laga babak kualifikasi Grup K Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/11). [Suara.com/Arya Manggala]
Pemain Timnas Indonesia U-19 Amiruddin Bagus Alfikri (tengah) bersama rekannya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Hong Kong U-19 dalam laga babak kualifikasi Grup K Piala Asia U-19 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/11). [Suara.com/Arya Manggala]

"PSSI sebenarnya sudah berubah. Ada EPA (Elite Pro Academy) U-16, U-18, dan U-20. Sebagian besar mereka (pemain timnas U-19) bermain di U-18. Terdaftar di sana dan terpakai di tim U-20. Ada juga yang bermain di tim senior seperti (Mochamad) Supriadi dan Beckham (Putra)," kata Fakhri Husaini.

"Bagus, apabila klub Liga 1 memanfaatkan mereka. Tapi saya berharap perlu hati-hati menangani mereka, karena dari aspek anatomi, bisa terjadi benturan dengan pemain yang lebih besar dan tua. Saya sepakat apabila 23 pemain U-19 diberikan menit bermain di Liga 1," tambahnya.

Selain itu, Fakhri menyampaikan harapannya agar kompetisi kasta tertinggi di Indonesia mengurangi slot pemain asing. Dengan begitu, peluang pemain lokal khususnya penggawa muda untuk main lebih besar.

Tidak seperti saat ini di mana ada empat slot untuk pemain asing. Dengan rincihan tiga bebas darimanapun berasal dan satu pemain wajib dari Asia.

Belum ditambah lagi jika klub tersebut ada pemain naturalisasi. Tentu ini bisa mengurangi menit bermain penggawa lokal, khususnya pemain muda.

"Apabila regulasi memberikan tempat ke pemain asing dan apalagi ada pemain naturalisasi, bisa dibayangkan berapa saja yang bisa bermain. Semakin banyak kesempatan dibuka untuk pemain asing, makin berkurang kesempatan untuk pemain muda. Kalau mau investasi untuk masa depan, kurangi pemain asing," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS