- FIFA memastikan Piala Dunia 2026 tetap terlaksana meski ada ketegangan politik global, termasuk konflik Timur Tengah.
- COO Piala Dunia menegaskan turnamen sangat besar untuk ditunda dan berharap semua tim lolos bisa berpartisipasi.
- Konflik berdampak nyata, contohnya Irak kesulitan persiapan babak *playoff* akibat penutupan wilayah udara dan visa.
Suara.com - Gonjang-ganjing situasi politik global yang diwarnai perang di Timur Tengah ternyata tidak akan menghentikan perhelatan sepak bola paling akbar di dunia.
FIFA secara tegas memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan tetap digelar sesuai jadwal, bahkan diyakini bisa menjadi momentum untuk menyatukan dunia.
Kekhawatiran mengenai nasib turnamen ini memang mencuat setelah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Apalagi, Iran dan AS sama-sama berstatus sebagai kontestan, dengan AS juga menjadi salah satu dari tiga negara tuan rumah.
Namun Chief Operating Officer (COO) Piala Dunia, Heimo Schirgi menegaskan bahwa turnamen ini terlalu besar untuk ditunda.
Meskipun mengakui situasi terus dipantau, ia optimistis solusi akan ditemukan.
"Situasinya berubah dari hari ke hari dan kami memantaunya dengan cermat. Kami bekerja sama dengan semua mitra federal dan mitra internasional kami dalam mengevaluasi situasi ini," kata Heimo Schirgi, dikutip dari CBC.
"Pada dasarnya kami menanganinya hari demi hari dan pada suatu saat kami akan menemukan solusinya. Dan Piala Dunia akan tetap berlangsung, tentu saja, kan? Piala Dunia terlalu besar, dan kami berharap semua orang yang lolos kualifikasi dapat berpartisipasi," tuturnya.
Lebih dari sekadar sebuah turnamen, Schirgi justru melihat Piala Dunia sebagai sebuah kesempatan langka untuk merajut kembali perdamaian.
Baca Juga: Pelatih Timnas Irak Desak FIFA Tunda Playoff Piala Dunia 2026
Ia berkaca pada dua edisi sebelumnya di Rusia (2018) dan Qatar (2022), di mana sepak bola terbukti mampu menyatukan orang dari berbagai latar belakang.
"Mengingat kondisi dunia saat ini, ini akan menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang," lanjut Schirgi.
"Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, Piala Dunia sangat istimewa karena benar-benar mendunia dan menyatukan semua orang."
"Kita menyaksikannya di Qatar, di Rusia, di mana-mana. Orang-orang kagum betapa internasionalnya acara ini," pungkasnya.
Meskipun FIFA sangat optimis, dampak konflik di lapangan sudah mulai terasa. Timnas Irak misalnya kini menghadapi kesulitan serius dalam mempersiapkan diri untuk babak playoff akibat penutupan wilayah udara dan kesulitan mengurus visa, sebuah tantangan nyata yang harus segera diatasi oleh FIFA.