Ini Dia Alasan Joan Tomas dan Rachmad Hidayat Diganti Sebelum Turun Minum

Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Ini Dia Alasan Joan Tomas dan Rachmad Hidayat Diganti Sebelum Turun Minum
Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares (tengah) dan pemain Joan Tomas (kanan). [Suara.com / Adie Prasetyo Nugraha]

Joan Tomas dan Rachmad Hidayat ditarik keluar sebelum half-time saat Persija menghadapi Bhayangkara FC.

Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares membeberkan alasan menarik keluar dua pemainnya, Joan Tomas dan Rachmad Hidayat di babak pertama saat kalah 0-3 dari tuan rumah Bhayangkara FC, pada laga pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam. 

Tavares menyebut kedua pemain tersebut kurang memberikan kontribusi untuk tim.

Tertinggal 0-3 oleh Bhayangkara FC saat laga baru memasuki menit ke-37, Tavares pun langsung melakukan pergantian pemain.

Tak perlu menunggu half-time, Ramdani Lestaluhu dan Heri Susanto dimasukkan untuk menggantikan Joan serta Rachmad. 

Tavares menyebut kalau dua pemain tersebut tidak diganti, timnya bakal kebobolan lebih dari tiga gol di laga ini. Bagi pelatih kawakan asal Brasil tersebut, itu adalah hal yang normal lantaran dirinya ingin hasil yang lebih baik.

"Jika tidak mengganti (Joan Tomas dan Rachmad Hidayat), kami bisa kalah lima atau enam gol. Ketika pemain dalam rapat, saya memberi tahu pemain untuk melakukan ini-itu. Tetapi ketika pemain tidak melakukan itu, maka saya harus menggantinya," kata Tavares usai pertandingan. 

"Pergantian ini untuk perubahan, karena jika pemain tidak bisa menjalankan instruksi, maka harus dilakukan pergantian. Itu wajar saja dalam sepakbola," ia menambahkan.

Sejak kedua pemain tersebut diganti, Persija lebih punya warna dalam melakukan serangan. Meski pada akhirnya, Tim Macan Kemayoran tetap gagal membuat gol di laga ini.

"Joan adalah pemain yang saya minta untuk melakukan sesuatu dan dia tidak melakukannya, maka saya mengganti dia. Saya pikir saya melakukan pergantian yang benar. Masalahnya adalah taktik, Joan dan Rahmad melakukan kesalahan dalam taktik," tutur Tavares.

"Bhayangkara tidak memainkan sepakbola yang indah, tapi mereka memberi bola kepada Bruno (Matos) dan seluruh pemain berlari ke depan. Ketika Joan dan Rahmad sudah masuk menyerang, tengah kami kosong dan Bhayangkara memaksimalkan itu (untuk serangan balik)," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS