- John Herdman meniru strategi pelatih Persija, Mauricio Souza, dengan mendaftarkan Jordi Amat sebagai gelandang dalam daftar 41 pemain sementara Timnas Indonesia.
- Perubahan posisi ini menjadi solusi jitu untuk mengisi kekosongan lini tengah akibat absennya Thom Haye karena sanksi FIFA.
- Menggeser Jordi ke tengah juga menyelesaikan masalah penumpukan pemain berkualitas di sektor bek tengah seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Elkan Baggott.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menunjukkan fleksibilitas taktiknya dalam meracik komposisi Skuad Garuda jelang ajang FIFA Series 2026.
Menariknya, juru taktik asal Inggris tersebut tampaknya tak sungkan untuk "mencontek" ide brilian dari pelatih klub domestik, tepatnya pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.
Ide yang diadopsi oleh Herdman berkaitan dengan perubahan posisi pemain naturalisasi, Jordi Amat, yang selama ini dikenal publik sebagai bek tengah.
Di bawah asuhan Mauricio Souza di Persija, Jordi Amat sukses ditransformasikan menjadi seorang gelandang bertahan yang solid dan taktis.
Langkah ini terbukti ampuh saat Jordi tampil gemilang sebagai penyeimbang lini tengah, bahkan sempat mencetak gol penentu kemenangan bagi Macan Kemayoran.
Eksperimen sukses tersebut rupanya diamati dengan saksama oleh John Herdman dan langsung diaplikasikan ke dalam kerangka tim nasional.

Buktinya terlihat jelas saat PSSI resmi merilis daftar 41 nama pemain sementara untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB.
Dalam daftar yang dirilis tersebut, nama Jordi Amat tidak lagi dimasukkan ke dalam kategori pemain belakang atau bek tengah.
Mantan pemain Swansea City itu secara mengejutkan didaftarkan dan dikelompokkan ke dalam daftar barisan gelandang Timnas Indonesia.
Baca Juga: Dulu Langganan STY, Kini Mereka Tidak Dipanggil Timnas Indonesia Era John Herdman
Keputusan Herdman untuk menggeser Jordi Amat ke lini tengah dinilai sebagai solusi taktis yang sangat cerdas.
Saat ini, Timnas Indonesia tengah mengalami krisis gelandang pengatur tempo menyusul absennya Thom Haye akibat sanksi larangan bermain dari FIFA.
Di sisi lain, Skuad Garuda justru mengalami surplus atau penumpukan pemain berkualitas di sektor jantung pertahanan.
Kehadiran nama-nama besar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, Rizky Ridho, hingga kembalinya Elkan Baggott membuat persaingan di posisi bek tengah sangat padat.
Dengan memainkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan, Herdman bisa mengakomodasi lebih banyak talenta terbaik Indonesia untuk tampil secara bersamaan di atas lapangan.
Ketenangan Jordi dalam mendistribusikan bola serta akurasi umpan diagonal jarak jauhnya akan menjadi senjata rahasia yang mematikan dari lini kedua.