Virus Corona Paksa Malaysia Lockdown, Begini Kondisi Kurniawan Dwi Yulianto

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Virus Corona Paksa Malaysia Lockdown, Begini Kondisi Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto. (Dok. PSSI).

Latih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto saat ini berada di Malaysia.

Suara.com - Guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19, pemerintah Malaysia resmi mengumumkan lockdown terhitung mulai Rabu, 18 Maret 2020. Lockdown akan diberlakukan hingga 31 Maret mendatang.

Dengan demikian Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Jiran tidak bisa pulang ke Tanah Air. Salah satunya legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto.

Sebagaimana diketahui, Kurniawan kini menjadi pelatih salah satu klub Malaysia Sabah FA. Sebelum pemerintah Malaysia menerapkan lockdown, federasi sepak bola Negeri Jiran itu sudah menghentikan kompetisi sementara waktu.

"Jadi beberapa hari yang lalu pemerintah umumkan lockdown 18-31 Maret. Lalu FAM (federasi Malaysia) berikan surat edaran untuk klub di Malaysia untuk meniadakan aktivitas latihan dan uji coba. Jadi kami semua libur, kami bagi individual training untuk para pemain yang dilakukan di rumah masing-masing," kata Kurniawan saat dihubungi, Jumat (20/3/2020).

"Sejauh ini Alhamdulillah aman-aman saja karena yang paling penting adalah mengikuti anjuran dari pemerintah untuk meredam perkembangan virus corona. Karena ini kan penularan dan penyebaran cepat sekali, kami ikuti instruksi pemerintah untuk di rumah," jelasnya.

"Di sini memang semua toko-toko tutup, kecuali supermarket, lalu restaurant hanya delivery order itu juga hanya sampai jam 8 (malam) kalau tak salah," ia menambahkan.

Pelatih Sabah FA Kurniawan Dwi Yulianto (kiri) dan pesepakbola Sabah FA Rawilson Batuil, dalam jumpa pers turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020 Grup B, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). ANTARA/Vicki Febrianto.
Pelatih Sabah FA Kurniawan Dwi Yulianto (kiri) dan pesepakbola Sabah FA Rawilson Batuil, dalam jumpa pers turnamen pramusim Piala Gubernur Jawa Timur 2020 Grup B, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). ANTARA/Vicki Febrianto.

Meski demikian, Kurniawan mengaku tidak memiliki rencana untuk pulang ke Indonesia. Karena saat ini sulit baginya untuk berpergian.

"Tidak ada (rencana pulang ke Indonesia) karena memang kami tak bisa ke mana-mana. Penerbangan juga dibatasi. Hanya untuk tugas-tugas penting seperti pejabat pemerintah, lalu kepentingan orang sakit baru boleh terbang. Jadi mungkin untuk sementara di rumah saja," ungkapnya.

"Di rumah sama keluarga saja. Lalu mengajari mereka (anak-anak) belajar. Lalu buka-buka pertandingan sebelumnya dan coba untuk membuat program latihan," pungkasnya.

Sementara itu, lonjakan pasien positif virus corona di Indonesia kembali bertambah. Berdasarkan data pada hari Kamis (19/3/2020), angka kasus virus corona melonjak ke angka 309 kasus.

Selain itu, kasus kematian akibat virus tersebut melonjak menjadi 25 orang. Artinya, angka tersebut bertambah 6 kasus dari jumlah 19 korban meninggal dunia merujuk data Rabu (18/3/2020) kemarin.

“Ada penambahan di DKI sebanyak 5 orang. Kemudian Jateng penambahan kasus 1 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konfrensi pers di Youtube BNPB, Kamis (19/3/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS