alexametrics

PSIS Semarang Potong Gaji Pemain Selama Masa Tanggap Darurat Corona

Syaiful Rachman
PSIS Semarang Potong Gaji Pemain Selama Masa Tanggap Darurat Corona
Selebrasi para pemain PSIS Semarang usai membobol gawang Persela Lamongan. (Instagram/psisfcofficial)

Pemotongan gaji dilakukan sejak Maret hingga Mei 2020.

Suara.com - PSIS Semarang memotong gaji pemain menyusul penghentian sementara kompetisi Liga 1 2020 akibat penyebaran virus corona-COVID-19.

"Sesuai dengan surat dari PSSI, klub bisa melakukan pemotongan gaji pemain sampai 75 persen," kata General Manajer PSIS Semarang Wahyoe Winarto di Semarang, Jumat (3/4/2020).

Dengan demikian, lanjut dia, para pemain PSIS yang sementara ini diliburkan hanya akan memperoleh 25 persen gaji.

Adapun penghitungan pemotongan gaji, lanjut dia, didasarkan atas lamanya penetapan tanggap darurat COVID-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Gaji Penggawa Pendekar Cisadane Disunat 90 Persen

Pemain PSIS Semarang menjalani latihan di Stadiun Citarum Semarang. (ANTARA/ HO-PSIS Semarang)
Pemain PSIS Semarang menjalani latihan di Stadiun Citarum Semarang. (ANTARA/ HO-PSIS Semarang)

"Tanggap darurat ini kan sampai 29 Mei. Kalau tidak ada perpanjangan lagi berarti Juni para pemain sudah mulai berlatih," kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang itu.

Dengan demikian, lanjut dia, pemotongan gaji diberlakukan untuk periode Maret hingga Mei dan selama dipulangkan para pemain diminta menjaga kebersihan dan kesehatan.

"Tidak usah keluar rumah kalau tidak ada keperluan," pungkasnya seperti dimuat Antara.

Komentar