Bartomeu Desak Pejabat Klub Mundur, Perpecahan di Barcelona Makin Santer

Syaiful Rachman
Bartomeu Desak Pejabat Klub Mundur, Perpecahan di Barcelona Makin Santer
Pejabat FC Barcelona berpose bersama usai sebuah acara di Camp Nou, 20 Juli 2015 [AFP]

Di sisi lain, sejumlah pejabat klub meminta Bartomeu yang mundur lebih cepat.

Suara.com - Presiden Barcelona FC Josep Maria Bartomeu meminta sejumlah pejabat klub untuk mundur. Dilansir Marca, Bartomeu ingin mengubah susunan pejabat klub di tahun terakhir kepemimpinannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perpecahan terjadi di kubu Barcelona sejak beberapa bulan lalu sebelum La Liga dihentikan sementara akibat pandemi virus corona. Bahkan ada yang menyebut perpecahan sudah terjadi sejak awal musim.

Perpecahan yang terjadi menyebabkan perbedaan pendapat yang semakin lama menciptakan tembok pemisah di antara para petinggi klub. Dengan kata lain, para pemimpin salah satu klub raksasa Eropa itu kini tak lagi satu visi.

Alhasil dari perpecahan itu Ernesto Valverde dilengserkan dari jabatan pelatih skuat Azulgrana pada pertengahan musim. Sebagai gantinya, Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai juru taktik baru.

Lengsernya Valverde pun memicu perpecahan di antara pemain dengan petinggi klub. Seperti yang terjadi antara kapten tim Lionel Messi dengan Direktur Olahraga Eric Abidal.

Presiden klub Barcelona Josep Maria Bartomeu. LLUIS GENE / AFP
Presiden klub Barcelona Josep Maria Bartomeu. LLUIS GENE / AFP

Di kubu lain, Football Espana menyebut sejumlah anggota direksi klub menuding perpecahan terjadi karena kebijakan Bartomeu.

Bartomeu, jelang akhir masa kepemimpinannya, dinilai hanya fokus pada pengembangan tim saat ini dan tidak berpikir jangka panjang. Banyak dari anggota direksi klub pada akhirnya berniat untuk menyingkirkan Bartomeu dan sudah meminta lelaki 57 tahun itu meletakkan jabatan sehingga pemilihan presiden baru klub bisa segera terlaksana.

Soal penerus Bartomeu, sebelumnya dikabarkan sudah ada beberapa kandidat. Di antaranya adalah dua pemain legendaris Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandez.

Nama terakhir, yang kini melatih klub Qatar, sebelumnya juga disebut-sebut akan menjadi pengganti Valverde. Akan tetapi Xavi menolak karena hubungannya dengan Bartomeu tidak bagus.

Xavi bahkan diberitakan bersedia kembali ke Camp Nou apabila Bartomeu sudah tak lagi menjabat sebagai presiden Barcelona FC.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS