Bima Sakti Pikirkan Antisipasi Kerumunan Saat TC Timnas Indonesia U-16

Reky Kalumata | Adie Prasetyo Nugraha
Bima Sakti Pikirkan Antisipasi Kerumunan Saat TC Timnas Indonesia U-16
Bima Sakti saat memimpin latihan Timnas Indonesia U-16 di lapangan sepak bola Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Senin (17/2/2020). (Dok. PSSI)

Timnas Indonesia U-16 akan training camp (TC) di Bekasi pada 6-29 juli 2020

Suara.com - Timnas Indonesia U-16 akan menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) di Bekasi pada 6-29 juli 2020. Menggelar TC di tengah pandemi COVID-19, tentu ada protokol kesehatan yang bakal diterapkan.

Salah satunya adalah mengantisipasi kerumunan para fans. Biasanya, saat tim nasional menggelar TC ada saja penggemar yang datang untuk sekedar berfoto dan berbagi makanan.

Tadinya, Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima ingin mencoba tim pelatih dan pemain melakukan jogging atau bersepeda bersama-sama dari hotel tempat menginap menuju stadion tempat TC. Namun, karena adanya pandemi ini rencana tersebut sedang dipikirkan kembali.

Timnas sepak bola U16 mulai latihan di Stadion Sidoarjo (Antara/Marul)
Timnas sepak bola U16 mulai latihan di Stadion Sidoarjo (Antara/Marul)

"Kalau saya sudah pasti pribadi senangnya jogging memang dari hotel ke tempat latihan. Tapi kalau pemain sama yang lainnya nanti kita lihat dulu situasinya," kata Bima Sakti ketika dihubungi awak media melalui sambungan telepon.

"Karena takutnya ada fans yang menyapa pemain. Karena selama kemarin saja pas datang mereka ditunggu di dekat busnya, dikasih makan atau apa sama penggemar yang anak-anak, selebihnya sih tidak ada. Cuma pemainnya ini yang kita harus antisipasi," tambahnya.

Selain itu, Bima Sakti juga menjelaskan kemungkinan ada aturan untuk rekan-rekan media yang akan melakukan peliputan. Terkait hal ini, tim dokter Timnas Indonesia yang akan memutuskannya.

"Nanti kami akan koordinasikan, meski sebenarnya saya membuka saja untuk wartawan. Kami akan berkoordinasi dengan tim dokter karena ini masalah protokol kesehatan," ucapnya.

"Karena buat kami dan tentunya awak media juga, kan jangan sampai ada klaseter baru. Otomatis ini nanti jadi tidak baik ke depannya," pungkas mantan pemain Timnas Indonesia itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS