Suara.com - Juventus harus rela mengakhiri kampanye Liga Champions 2019/2020 mereka di babak 16 besar, meski menang 2-1 atas sang tamu yang merupakan tim underdog, Olympique Lyon pada laga leg kedua yang dihelat di Juventus Stadium, Turin, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB tadi.
Dengan hasil ini, skor agregat menjadi imbang 2-2. Akan tetapi, Lyon punya keunggulan agresivitas gol tandang dan berhak melaju ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini.
Gol tandang krusial itu dicetak melalui eksekusi penalti Memphis Depay pada awal laga leg kedua ini, yang dibalikkan lewat dwigol megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo.
Namun bagi juara Liga Italia Serie A tersebut, tidak ada gol ketiga yang jadi prasyarat mereka untuk melangkah ke babak selanjutnya.
Tersingkirnya Juventus yang berstatus favorit oleh tim macam Lyon sontak membuat Sarri kembali jadi spotlight. Ini setelah pelatih berusia 61 tahun itu juga under pressure dalam beberapa bulan belakangan, meski ia akhirnya sukses membawa Juventus Scudetto.
Pertanyaan dari awak media ihwal potensi pemecatan yang akan menimpa dirinya pun membuat Sarri berang usai kepastian tersingkirnya Juventus di tahap awal fase gugur Liga Champions musim ini.
Sarri tak bisa menahan amarahnya ketika ditanya mengenai masa depannya di Turin, sambil menegaskan bahwa manajemen Juventus akan membuat keputusan tentang dirinya berdasarkan penilaian musim ini secara menyeluruh.
"Soal saya dipecat? Saya tidak berpikir jajaran level atas manajemen klub akan membuat keputusan berdasarkan satu pertandingan!" ketus Sarri kepada Sky Sport Italia.
"Manajemen yang lebih tahu, bukan Anda (media) atau publik. Pihak manajemen klub akan mengevaluasi berdasarkan satu musim penuh," sambung eks pelatih Napoli dan Chelsea itu.
"Saya merasa pertanyaan semacam ini (soal rumor pemecatan) sangat menyinggung, bukan terhadap saya, melainkan terhadap manajemen klub!" celotehnya.
"Saya memiliki kontrak, saya akan menghormatinya dan saya tidak mengharapkan apapun!" tandas Sarri dengan nada tinggi.