Suara.com - Mantan winger Persib Bandung Atep turut berduka atas wafatnya Alfred Riedl. Mantan pelatih tim nasional Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya di Wina pada Senin malam (7/9/2020) waktu Austria.
"Turut berduka cita yang sebesar-besarnya. Tentunya kita kehilangan pelatih hebat," ungkap Atep melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2020).
Di mata Atep, Riedl merupakan sosok pelatih yang sangat luar biasa. Oleh karena itu Atep merasa bersyukur pernah dilatih Riedl ketika dirinya mendapat panggilan untuk menjalani seleksi Piala AFF 2010.
"Dia orang yang selalu memberi perhatian lebih sehingga pemain merasa percaya diri. Serta melindungi pemainnya dan tidak pernah menyalahkan," bebernya.
![Gelandang serang Persib, Atep. [laman resmi Persib]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/09/10/45595-atep-persib.jpg)
Meski Atep kala itu tak masuk dalam skuat yang disiapkan untuk Piala AFF 2010, tapi di benak Atep, Riedl tetaplah sosok pelatih yang memiliki disiplin tinggi dan cenderung keras terhadap anak asuhnya.
"Dia punya standar disiplin yang tinggi dalam melatih," tutur Atep yang kini sedang mengikuti Pilkada 2020 sebagai bakal calon wakil bupati Bandung.
Alfred Riedl meninggal di usia 70 tahun. Di antara prestasi Alfred Riedl kala menangani timnas Indonesia yakni pernah mengantarkan skuat Merah Putih dua kali ke Final Piala AFF pada 2010 dan 2016.
Selain Atep, Gatot Prasetyo yang merupakan mantan pelatih kiper di era Riedl mengaku kaget mendengar kabar duka tersebut. Suka duka dijalani Gatot bersama Riedl kala menangani timnas Indonesia pada 2016.
![Gambar yang diambil di Jakarta pada 29 Desember 2010 ini menunjukkan Alfred Riedl dari Austria berdiri di samping pemain Indonesia (kanan) setelah pertandingan final Piala Suzuki 2010 antara Indonesia melawan Malaysia. [AFP PHOTO / ADEK BERRY]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/08/43492-alfred-riedl.jpg)
"Pertama kaget, layaknya orang kehilangan orang dekat ya sedih, gak menyangka juga," ujar mantan kiper Persib era Perserikatan itu.
"Belum lama juga sama beliau bareng-bareng (kerja sama), di masa saat kita dipercaya pegang Timnas dengan kondisi yang gak ideal. Tapi dia dengan jiwa kepimpinnya meyakinkan kita, ini sudah menjadi pekerjaan dan kita lakukan yang terbaik untuk tim kita waktu itu 2016 AFF," tambahnya. (Aminuddin)
Kontributor : Aminuddin