Ungkapan Rasa Jengkel Pelatih Sheffield United pada VAR

Rully Fauzi
Ungkapan Rasa Jengkel Pelatih Sheffield United pada VAR
Ekspresi pelatih Sheffield United, Chris Wilder (kanan) pada laga Liga Inggris 2020/2021 kontra Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Selasa (22/9/2020) dini hari WIB. [Julian Finney / POOL / AFP]

Sheffield United menyerah 0-1 di markas Aston Villa dini hari tadi pada laga pekan kedua Liga Inggris.

Suara.com - Hubungan tidak menyenangkan antara manajer Sheffield United, Chris Wilder dengan VAR mencapai titik terendah ketika timnya kalah 0-1 melawan Aston Villa, setelah skuatnya harus bermain dengan 10 pemain di hampir sepanjang laga pekan kedua Liga Inggris 2020/2021 tersebut.

Tandang ke Viila Park, Birmingham, Selasa (22/9/2020) dini hari WIB tadi, Wilder dibuat bingung setelah beknya asal Republik Irlandia, John Egan mendapat kartu merah pada menit ke-12 karena menarik kaus striker Villa, Ollie Watkins.

Wasit Graham Scott agak jauh dari insiden itu, tetapi memutuskan pelanggaran Egan tersebut sebagai pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol lawan.

Tak ayal, sang pengadil pun langsung mengusir pemain berusia 27 tahun itu dari lapangan lebih awal, padahal hakim garis tidak mengangkat bendera sebagai tanda terjadi pelanggaran.

Baca Juga: 5 Hits Bola: Elkan Baggott Ikut TC Timnas Indonesia U-19 di Turki

Wilder yang terlambat menghadiri konferensi pers pasca laga karena berusaha menanyakan soal insiden itu kepada wasit, menyebut insiden tersebut seharusnya dicek oleh VAR dan sang pengadil seharusnya melihat monitor yang ada di pinggir lapangan.

"Saya sama sekali tidak mengerti mengapa keputusan itu langsung sebagai kartu merah, dan tidak ada dialog dengan asisten wasit. Di sini lah fungsi VAR dibutuhkan, tapi nyatanya menjadi tak berguna!" ketus Wilder seperti dikutip Reuters.

"Sulit untuk yakin 100 persen dari posisi Graham berada di belakang kedua pemain bahwa mereka tidak saling memegang. Yang menjadi pertanyaan besar saya adalah asisten wasit berjarak 10 yard dan memiliki pandangan paling jelas, dan dia membuat keputusan untuk tidak mengangkat bendera sebagai tanda adanya pelanggaran. Ini sungguh-sungguh aneh." 

"Saya benar-benar bingung sebagai pemain dan manajer profesional selama 35 tahun terakhir. Saya bahkan lebih bingung lagi hari ini." tutur manajer berusia 52 tahun itu.

Gol bersih Sheffield asuhan Wilder pun dianulir saat melawan Villa pada Juni lalu, ketika teknologi garis gawang gagal mendekteksinya pada pertandingan pertama setelah Liga Inggris musim 2019/2020 bergulir lagi pasca-jeda pandemi COVID-19.

Baca Juga: Baru Pekan Kedua, Liga Inggris Sudah Bukukan 44 Gol

Musim lalu, Sheffield juga harus masygul golnya dianulir oleh VAR ketika melawan Tottenham Hotspur, saat kaki John Lundstram dinyatakan offside setelah proses pengambilan keputusan yang lama.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS