Penjelasan Bhayangkara FC Terkait Saddil dan Indra Kahfi Ikut Tarkam

Jum'at, 20 November 2020 | 12:27 WIB
Penjelasan Bhayangkara FC Terkait Saddil dan Indra Kahfi Ikut Tarkam
Saddil Ramdani memainkan bola di depan rumahnya di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (5/1/2019). ANTARA FOTO/Jojon/19.

Suara.com - Beberapa hari lalu dua pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani dan Indra Kahfi, viral di media sosial lantaran kepergok main turnamen antar kampung alias tarkam.

Dalam beberapa video yang beredar Saddil dan Indra Kahfi terlihat sedang masuk ke dalam lapangan. Namun, lapangan yang akan digunakan tak layak bagi pesepakbola profesional seperti Saddil dan Indra karena becek tergenang air.

Setelah kejadian itu, Saddil telah menjelaskan jika hanya diundang sebagai bintang tamu. Bahkan, ia dan Indra tak sempat bermain karena hujan deras.

Pesepak bola Bhayangkara FC Indra Kahfi Ardhiyaksa (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Madura United Aleksandar Rakic pada pertandingan Liga 1 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/8/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pesepak bola Bhayangkara FC Indra Kahfi Ardhiyaksa (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Madura United Aleksandar Rakic pada pertandingan Liga 1 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/8/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Media officer Bhayangkara, Anggra Bratama, menjelaskan keputusan main atau tidaknya tarkam ada pada pemain. Manajemen tim sudah memberikan imbauan agar selektif memilih kegiatan untuk menjaga kondisi tubuh saat aktivitas tim diliburkan.

"Waktu masih ada latihan memang dilarang (ikut tarkam), tapi pas dikasih libur ini belum ada perintah resminya dilarang," katanya saat dihubungi oleh awak media.

"Tetapi juga tidak ada disuruh cari tarkam atau sejenisnya, intinya mereka disuruh jaga kondisi dan tetap dikasih program latihan," ia menambahkan.

Sebelumnya, COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengimbau agar pemainnya tidak ikut tarkaman. Pasalnya, risiko cedera yang bakal diterima pemain cukup tinggi.

"Untuk saya, sebaiknya pemain jangan sampai mengikuti tarkam. Sebab, risikonya besar. Bisa sampai cedera atau yang lain," ujar Sumardji.

"Untuk para pemain, sekarang lebih baik mengikuti saja program yang dibuat oleh tim pelatih untuk menjaga kondisi," lanjut Kapolresta Sidoarjo tersebut.

Baca Juga: PSSI Umumkan Hasil AFC Club Licensing 2020

Saat ini, kompetisi di Tanah Air sedang vakum. Tidak heran, pesepakbola di Indonesia mencari kegiatan tarkaman karena bisa menambah penghasilan serta menjaga kebugaran tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI