alexametrics

Bambang Nurdiansyah: Pemain-pemain Timnas Indonesia U-19 Jangan Lupa Diri

Rully Fauzi
Bambang Nurdiansyah: Pemain-pemain Timnas Indonesia U-19 Jangan Lupa Diri
Para pemain Timnas Indonesia U-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Striker Timnas Indonesia di era 80-an itu memberikan wejangan buat pasukan Garuda Nusantara.

Suara.com - Bambang Nurdiansyah, striker Timnas Indonesia di era 1980-an yang juga pelatih kawakan Tanah Air, mengingatkan para pemain Timnas Indonesia U-19 bahwa mereka belumlah pesepakbola berlevel nasional.

Oleh karena itu, kata Bambang, pemain-pemain Timnas U-19 harus terus mengasah diri, bekerja keras, disiplin, serta tidak cepat puas.

"Ada yang salah kaprah, menyebut pemain usia 19 tahun sebagai pemain nasional. Sebetulnya belum. Mereka dalam proses menuju ke sana. Jangan dulu lupa diri," tutur Bambang seperti dimuat Antara.

"Saat ini mereka masih berstatus yang terbaik di usianya dan mewakili Indonesia di kejuaraan kelompok umur. Jadi, mereka jangan cepat puas dan mesti terus menjaga kedisiplinan," ujar pria yang kini melatih klub Liga 2, Muba Babel United itu.

Baca Juga: Satu Pemain Keturunan Asal Belanda Tolak Gabung Timnas Indonesia U-19

Ketgam: Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah (kanan) dan pemainnya Wallace Costa (kiri) dalam jumpa pers usai laga kontra Persib Bandung di stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/11/2019), malam. PSIS kalah tipis 1-2 dari tuan rumah Persib dalam laga itu. [Suara.com/Aminuddin]
Bambang Nurdiansyah (kanan) saat masih melatih PSIS Semarang. [Suara.com/Aminuddin]

Bambang pun merasa prihatin ketika mendengar ada beberapa pemain timnas U-19 yang terkesan meremehkan proses pengembangan diri mereka di skuat.

Pemain-pemain belia itu melanggar aturan tim dan melakukan tindakan indispliner. Beruntung timnas U-19 saat ini memiliki sosok pelatih tegas dalam diri Shin Tae-yong yang tanpa basa-basi mencoret mereka dari timnya.

"Saya sangat setuju dengan kebijakan pelatih Shin. Tidak ada prestasi yang bisa digapai kalau bersikap seenaknya. Prestasi itu berakar dari disiplin dan kerja keras. Kalau mau berprestasi, pemain harus mengesampingkan hal-hal seperti kesenangan sesaat yang akhirnya membuat mereka gagal menjadi pesepak bola yang baik," tutur Bambang.

Menurut pria yang pada tahun 1979 memperkuat Indonesia di Piala Dunia U-20 itu, salah satu kebijakan yang bisa diterapkan pelatih untuk mengantisipasi keluarnya sifat negatif pemain adalah membatasi penggunaan media sosial.

Media sosial, lanjut Bambang, merupakan fenomena masa modern yang dapat berpengaruh buruk bagi pemain.

Baca Juga: Kuatnya Ikatan Diego Maradona dengan Napoli dan Kota Naples

"Akses pemain ke media sosial seharusnya bisa dipotong sehingga tidak mengganggu perkembangan mereka. Hal-hal yang menjadi hambat untuk berprestasi mesti diminimalkan," kata dia.

Komentar