- Patrick Kluivert, setelah gagal melatih Timnas Indonesia, kini menjadi penasihat teknis Timnas Suriname.
- Kluivert akan bekerja bersama Clarence Seedorf sebagai dewan penasihat untuk Direktur Teknik Brian Tevreden.
- Peran baru ini bertujuan membawa Suriname lolos ke Piala Dunia 2026 melalui fase playoff antarkonfederasi.
Suara.com - Ironi menyelimuti perjalanan karier Patrick Kluivert pasca pemecatannya dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
Setelah dianggap gagal total mengantar skuad Garuda, legenda Belanda itu kini justru mendapatkan peran strategis baru yang berpotensi membawanya ke panggung Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert secara resmi ditunjuk sebagai penasihat teknis untuk Timnas Suriname. Dalam peran barunya, ia tidak akan bekerja sendirian.
Federasi sepak bola setempat juga menggaet legenda Belanda lainnya, Clarence Seedorf untuk mendampinginya. Keduanya dipercaya akan menjadi dewan penasihat bagi Direktur Teknik Brian Tevreden.
"Kami bangga menyambut Clarence Seedorf dan Patrick Kluivert sebagai penasihat, di mana mereka akan berfungsi sebagai dewan suara untuk Brian Tevreden," tulis pengumuman @officialnatio_, Minggu (15/3/2026).
"Pengalaman, pengetahuan, dan perspektif global mereka akan mendukung perkembangan lanjutan sepak bola di Turiname. Bersama-sama, kami terus bekerja menuju masa depan yang lebih kuat untuk sepak bola Surinam," imbuhnya.
Tugas perdana Kluivert pun langsung bersinggungan dengan mimpi yang ia kubur di TimnasIndonesia membantu Suriname lolos ke Piala Dunia 2026.
Peluang bagi Suriname bukan isapan jempol belaka. Mereka kini hanya berjarak beberapa langkah dari panggung akbar tersebut, berada di fase playoff antarkonfederasi yang krusial.
Laga hidup mati pertama akan mempertemukan Suriname dengan Bolivia pada 26 Maret 2026.
Jika menang, mereka akan menghadapi Irak di partai final playoff untuk memperebutkan satu tiket emas.
Situasi ini menjadi tamparan ironis mengingat Kluivert baru saja didepak dari Timnas Indonesia pada 16 Oktober 2025.
Keputusan itu diambil PSSI setelah ia gagal total memenuhi target utama, yakni meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Di bawah arahannya, Indonesia tumbang dari Arab Saudi dan Irak dalam laga penentuan di ronde kelima kualifikasi zona Asia.