Suara.com - Pemain muda Manchester United Marcus Rashford belum bisa disebut sebagai striker kelas dunia. Hal itu diungkapkan oleh Louis Saha, mantan penyerang Manchester United.
Menurut Saha yang pernah memenangi dua gelar Liga Premier Inggris dan satu gelar Liga Champions bersama United, Rashford belum cukup 'mematikan' di depan gawang lawan.
Rashford sendiri merupakan salah satu pemain muda yang berkembang pesat sejak mendapat kesempatan bergabung dengan tim senior di Old Trafford pada 2016 lalu.
Pemain internasional Inggris itu telah mencetak 77 gol dalam 232 penampilan di semua kompetisi untuk United. Rashford juga mencatatkan 45 assist, dan sudah mencicipi tiga trofi bersama Setan Merah.
![Penyerang Manchester United, Marcus Rashford (kanan) berduel dengan bek PSG, Presnel Kimpembe dalam laga Liga Champions 2020/2021 di Old Trafford, Manchester, Kamis (3/12/2020). [Oli SCARFF / AFP]](https://media.suara.com/pictures/original/2020/12/03/29597-marcus-rashford-manchester-united.jpg)
Musim 2019-20 menandai musim yang paling produktif bagi Rashford dalam balutan jersey The Red Devil. Di musim tersebut, 22 golnya membantu tim besutan Ole Gunnar Solskjaer mengamankan tempat ketiga Liga Premier.
Namun di musim ini, pemain berusia 23 tahun itu hanya tiga kali diturunkan sebagai starter dalam 10 pertandingan. Hal itu, menurut Saha, merupakan bukti jika Rashford belum mencapai level legenda United seperti Ruud van Nistelrooy dan Cristiano Ronaldo.
"Marcus Rashford adalah penyerang kelas dunia tetapi dia belum menjadi striker kelas dunia," kata mantan penyerang United itu kepada Genting Bet yang dikutip Goal, Sabtu (12/12/2020).
"Jika Anda melihat ke seluruh dunia, tidak banyak pemain yang bermain untuk klub besar seperti Manchester United dan tampil di panggung besar bersama negaranya.
“Tapi Rashford bisa melakukan apapun yang Anda inginkan darinya, dia bisa bertahan saat Anda membutuhkannya dan dia bisa menyerang dan menciptakan gol sendiri, mencetak tendangan bebas."
"Seorang striker adalah binatang, seorang striker adalah seseorang yang sangat bersemangat dan Anda dapat melihat di wajahnya bahwa mereka ingin mencetak gol sepanjang waktu dan akan fokus pada bagaimana memaksimalkan posisi di mana dia dapat mencetak gol. Seorang striker sangat mematikan."
"Inilah yang saya pelajari dari bermain dengan orang-orang seperti Van Nistelrooy dan David Trezeguet. Saat ini, Marcus Rashford bukanlah striker kelas dunia, tetapi ia adalah penyerang kelas dunia."
"Rashford masih muda dan berpotensi untuk melakukannya - karena Cristiano memulai dengan posisi tertentu dan sekarang adalah striker terbaik yang pernah Anda bayangkan."
"Menjadi striker adalah sikap dan mereka terobsesi mencetak gol, mereka akan berteriak pada pemain mana pun yang tidak memberi mereka bola dan Anda berteriak pada diri sendiri karena Anda melewatkan satu gol."
Terlepas dari kurang tajamnya Rashford, pemain muda itu masih lebih baik dari penyerang United lainnya, Anthony Martial.
Martial yang kerap mandul dalam pertandingan, seakan sulit beradaptasi dengan strategi yang diterapkan Solskjaer.